UJI EFEKTIVITAS BIJI PICUNG (Pangium edule) DAN BIJI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP MORTALITAS KEPINDING TANAH (Scotinophora coarctata) PADA PADI PANDANWANGI
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v8i2.523Kata Kunci:
Kepinding tanah, biopestisida, BPMC, padiAbstrak
Kepinding tanah (Scotinophora coarctata) merupakan salah satu hama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi pada padi pandanwangi. Biji picung (Pangium edule ) diketahui memiliki racun asam sianida yang memiliki senyawa metabolit sekunder. Biji mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) diketahui memiliki senyawa aktif alkoloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui metode pemberian ekstrak biji picung dan biji mahkota dewa yang efektif terhadap mortalitas kepinding tanah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai bulan Juni 2017 di Laboratorium Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana Cianjur dan di Lahan Persawahan. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 1,5% ekstrak biji picung dan biji mahkota dewa, dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan terdiri dari kontrol negatif (Air /
O), kontrol positif (BPMC), ekstrak biji picung dan biji mahkota dewa dengan mengunakan metode semprot serangga, semprot tanaman, semprot serangga dan tanaman. Pengamatan dilakukan 12 jam setelah perlakuan dengan menghitung lamanya mortalitas dan kematian hama, selanjutnya setiap hari diamati selama 7 hari atau sampai semua kepinding tanah yang terdapat pada perlakuan mati. Data Probit analysis menunjukan perlakuan biopestisida dengan metode semprot serangga lebih efektif dibandingkan dengan metode semprot tanaman atau semprot serangga dan tanaman. Dan perlakuan ekstrak biji picung dengan metode semprot serangga lebih efektif dibandingkan dengan perlakuan biopestisida lainnya. Perlakuan dengan mengunakan ekstrak biji mahkota dewa mengakibatkan mortalitas Scotinophora coarctata lebih rendah daripada mortalitas akibat perlakuan ekstrak biji picung.
Referensi
Aktivitas Antioksidan Dan
Antibakteri Aktivitas Antioksidan
Dan Antibakteri Produk Kering,
Instan Dan Effervescent Dari
Produk Kering, Instan Dan
Effervescent Dari Buah Mahkota
Dewa (Phaleria Macrocarpa). Jurnal
Teknologi Pertanian, 6(1): 29-36
Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Kabupaten Cianjur. 2007.
Lapaoran Tahunan
Kabupaten DT II Cianjur.
Diakses pada tanggal 25 Maret
2017.
Harmanto N. 2001. Sehat dengan Ramuan
Tradisional Mahkota Dewa.
Tangerang. PT. Agromedia
Pustaka. 48 hlm.
Kalshoven LGE. 1981. The Pests of Crops in
Indonesia. Laan PA van der.
penerjemah. Jakarta (ID): Ichtiar
Baru- van Hoeve. Terjemahan
dari: De Plagen van de
Cultuurgewassen in Indonesie.
hlm 91-92. Diakses tgl 11 Maret
2017.
Moonik, J. H., Pelealu, J., Makal, H. V., &
Rimbing, J. 2015. April. Populasi
Hama Kepinding Tanah
(Scotinophara Coartata F.) Pada
Tanaman Padi Sawah Di
Kecamatan Dumoga Utara
Kabupaten Bolaang Mongondow.
In Cocos. Jurnal Entomologi. Unsrat
Manado. 6(5):82-86.
Rusman. 2002. Penapisan Senyawa
Insektisida Dari Ekstrak Daun
Picung (Pangium edule Reinw).
Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas
Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam. Institut
Pertanian Bogor.
Suhendri. 2013. Karakteristik Komponen
Flavor Dan Mutu Tanak
Beberapa Varietas Beras
Aromatik Pada Ketinggian
Tempat Berbeda. Jurnal Jurusan
Teknologi Pangan Fakultas Teknik.
UNPAS Bandung.
Watuguly & Wilhelmus. Uji Toksisitas
Bioinsektisida Ekstrak Biji
Mahkota Dewa (Phaleria
macrocarpa) terhadap Mortalitas
Nyamuk (Aedes
aegypti L.) Di Laboratorium (Ed.).
Mei. 2007. Tesis. Universitas
Airlangga Surabaya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.