KEANEKARAGAMAN DAN PERAN SEMUT PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS) DI BERBAGAI FASE PERTUMBUHAN DI PT. MOPOLI RAYA, RANTAU, ACEH TAMIANG DIVERSITY AND ROLE OF ANT IN OIL PALM (ELAEIS GUINEENSIS) IN VARIOUS PHASE OF GROWTH IN PT. MOPOLI RAYA, RANTAU, ACEH TAMIANG
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v15i1.5084Kata Kunci:
Musuh alami, Semut, Perangkap seranggaAbstrak
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan di Indonesia yang mempunyai nilai yang sangat tinggi untuk masa depan serta mempunyai prospek yang cerah karean kebutuhan terus meningkat. Semut (Formicidae) merupakan kelompok serangga tanah yang berperan penting dalam ekosistem kelapa sawit. Semut mempunyai fungsi sebagai predator alami, dan agen dispersi biji serta bahan organik, yang mempengaruhi kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi keanekaragaman spesies semut pada tanaman kelapa sawit di berbagai fase pertumbuhan di PT. Mopoli Raya, Rantau, Aceh Tamiang.Hasil penelitian menunjukkan jumlah famili semut pada perkebunan kelapa sawit yang belum menghasilkan sama dengan perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan berjumlah yaitu masing-masing 15 famili. Jumlah morfospesies semut lebih banyak ditemukan pada tanaman yang sudah berproduksi dibandingkan dengan tanaman yang belum berproduksi, yakni masing-masing sebanyak 15 dan 10 morfospesies. Spesies dominan adalah Polyrhachis memiliki jumlah tertinggi dengan 19 individu, mewakili 11% dari total populasi , Polyrhachis mendominasi dengan jumlah 31 individu (11%), Formicidae G12 (8%) dan Formicidae G10 (5%). Kekayaan, keanekaragaman dan kemerataan semut pada tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang belum menghasilkan.Referensi
Agus, Y. H. (2007). Keanekaragaman Collembola, Semut dan Laba-laba Permukaan Tanah pada Empat Tipe Penggunaan Lahan. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Borror, D. J., Triplehorn, C. & Johnson, N. F. (1992). Pengenalan Pelajaran Srangga edisi ke enam. Terjemahan Soetiyono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2020). Statistik Perkebunan Indonesia: Komoditas Kelapa Sawit 2018–2020. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Goulet, H & Huber J. T. (1993). Hymnotera of the World: An Identification Guide to Families. Canada: Communications Group Ottawa.
Hakiki, A. F., Yaherwandi & Efendi, S. (2020). Serangga Predator dan Parasitoid di Daerah Endemik Serangan Ulat Api pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat. Agrin (Jurnal Penelitian Pertanian), 24(1), 23-37.
Hendrival & Khalid. (2017). Perbandingan Keanekaragaman Hymenoptera Parasitoid pada Agroekosistem Kedelai dengan Aplikasi dan tanpa Aplikasi Insekstisida. Journal of Biology, 10(1), 48-58.
Ho, C.T. & Khoo, K. C. (1997). Partners in Biological Control of Cocoa Pests: Mutualism Between Dolichoderus thoracicus (Hymenoptera: Formicidae) and Cataenococus hispidus (Hemiptera: Pseudococcidae). Bulletin of Entomological Research, 87(5), 461–470.
Holldobler, B., & Wilson, E. O. (1990). The Ants. Cambridge : Harvard University Press.
Irawan, M. N. S., Kuswardani, R. A. & Sartini. (2017). Uji Residu Beberapa Bahan Aktif Pestisida terhadap Parasitoid Telur Trychogramma sp. (Hymenoptera: Trychogrammatidae) di Laboratorium. Biolink. (Jurnal Biologi lingkungan Industri Kesehatan), 3 (2), 157-167.
Koh, L. P., & Wilcove, D. S. (2008). Is Oil Palm Agriculture Really Destroying Tropical Biodiversity. Conservation Letters, 3(2), 95-98.
Krebs, C. J. (1999). Ecological Methodology. United States : Benjamin/Cummings.
Landis, D. A., Wratten, S. D. & Gurr, G. M. (2000) . Habitat Management to Conserve Natural Enemies of Arthropod Pests In Agriculture. Annual Review of Entomology, 45(1):175–201.
Latumahina, F., Musyafa., Sumardi & Putra, N. S. (2015). Respon Semut terhadap Kerusakan Antropogenik dalam Hutan Lindung Sirimau Ambon (Ants Response to Damage Anthropogenic in Sirimau Forest Ambon). Jurnal Manusia dan Lingkungan. 22(2), 169-178.
Magurran, A. E. (1996). Ecological diversity and its measurement. New Jersey (US): Princeton University Press.
Putra IM, Hadi M, Rahadian R. (2017). Struktur Komunitas Semut (Hymenoptera: Formicidae) di Lahan Pertanian Organik dan Anorganik Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Bioma, 19(2), 170–176.
Rizal, Rifanjani, S. & Kartikawati, S. M. (2020). Keanekaragaman Jenis Semut (Formicidae) di kawasan Gunung Selindung Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari, 8 (2), 278–285
Sawitri. (2024). Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit PTPN VI Unit Usaha Batang Hari. Skrispi. Program Studi Biologi. Jurusan Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Jambi.
Wahyuni, R.. (2013). Peningkatan Keragaman Tumbuhan Berbunga Sebagai Daya Tarik Predator Hama Padi. Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Wasis, B. & Sajadad, D. H. (2024). Kelimpahan Makrofauna Tanah pada Beberapa Tutupan Lahan di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Silvikultur Tropika, 15(2), 162-168.
Woodcock, B. A., Potts, S. G., Westbury, D. B., Ramsay, A. J., Lambert, M., Harris, S. J., & Brown, V. K. (2007). The Importance of sward architectural complexity in structuring predatory and phytophagus invertebrate assemblages. Ecology of Entomology, 32(3), 302–311.
Borror, D. J., Triplehorn, C. & Johnson, N. F. (1992). Pengenalan Pelajaran Srangga edisi ke enam. Terjemahan Soetiyono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2020). Statistik Perkebunan Indonesia: Komoditas Kelapa Sawit 2018–2020. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Goulet, H & Huber J. T. (1993). Hymnotera of the World: An Identification Guide to Families. Canada: Communications Group Ottawa.
Hakiki, A. F., Yaherwandi & Efendi, S. (2020). Serangga Predator dan Parasitoid di Daerah Endemik Serangan Ulat Api pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat. Agrin (Jurnal Penelitian Pertanian), 24(1), 23-37.
Hendrival & Khalid. (2017). Perbandingan Keanekaragaman Hymenoptera Parasitoid pada Agroekosistem Kedelai dengan Aplikasi dan tanpa Aplikasi Insekstisida. Journal of Biology, 10(1), 48-58.
Ho, C.T. & Khoo, K. C. (1997). Partners in Biological Control of Cocoa Pests: Mutualism Between Dolichoderus thoracicus (Hymenoptera: Formicidae) and Cataenococus hispidus (Hemiptera: Pseudococcidae). Bulletin of Entomological Research, 87(5), 461–470.
Holldobler, B., & Wilson, E. O. (1990). The Ants. Cambridge : Harvard University Press.
Irawan, M. N. S., Kuswardani, R. A. & Sartini. (2017). Uji Residu Beberapa Bahan Aktif Pestisida terhadap Parasitoid Telur Trychogramma sp. (Hymenoptera: Trychogrammatidae) di Laboratorium. Biolink. (Jurnal Biologi lingkungan Industri Kesehatan), 3 (2), 157-167.
Koh, L. P., & Wilcove, D. S. (2008). Is Oil Palm Agriculture Really Destroying Tropical Biodiversity. Conservation Letters, 3(2), 95-98.
Krebs, C. J. (1999). Ecological Methodology. United States : Benjamin/Cummings.
Landis, D. A., Wratten, S. D. & Gurr, G. M. (2000) . Habitat Management to Conserve Natural Enemies of Arthropod Pests In Agriculture. Annual Review of Entomology, 45(1):175–201.
Latumahina, F., Musyafa., Sumardi & Putra, N. S. (2015). Respon Semut terhadap Kerusakan Antropogenik dalam Hutan Lindung Sirimau Ambon (Ants Response to Damage Anthropogenic in Sirimau Forest Ambon). Jurnal Manusia dan Lingkungan. 22(2), 169-178.
Magurran, A. E. (1996). Ecological diversity and its measurement. New Jersey (US): Princeton University Press.
Putra IM, Hadi M, Rahadian R. (2017). Struktur Komunitas Semut (Hymenoptera: Formicidae) di Lahan Pertanian Organik dan Anorganik Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Bioma, 19(2), 170–176.
Rizal, Rifanjani, S. & Kartikawati, S. M. (2020). Keanekaragaman Jenis Semut (Formicidae) di kawasan Gunung Selindung Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari, 8 (2), 278–285
Sawitri. (2024). Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit PTPN VI Unit Usaha Batang Hari. Skrispi. Program Studi Biologi. Jurusan Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Jambi.
Wahyuni, R.. (2013). Peningkatan Keragaman Tumbuhan Berbunga Sebagai Daya Tarik Predator Hama Padi. Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Wasis, B. & Sajadad, D. H. (2024). Kelimpahan Makrofauna Tanah pada Beberapa Tutupan Lahan di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Silvikultur Tropika, 15(2), 162-168.
Woodcock, B. A., Potts, S. G., Westbury, D. B., Ramsay, A. J., Lambert, M., Harris, S. J., & Brown, V. K. (2007). The Importance of sward architectural complexity in structuring predatory and phytophagus invertebrate assemblages. Ecology of Entomology, 32(3), 302–311.
Unduhan
Diterbitkan
2025-06-13
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.