PENERAPAN GMP DAN PERENCANAAN PELAKSANAAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) PRODUK OLAHAN PANGAN TRADISIONAL (Mochi)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v8i2.492Abstrak
HACCP(Hazard AnalyticalCritical ControlPoint/Hazard analysis and critical control points)
is a system thatcontrolfood safetystarting fromthe farmtoeatable food.This system emphasizesthe importance of
selectingthe right technology andhowto validatethetechnology.The implementation ofGMP isfollowedin the form
ofSSOP which areadded value forfoodcompaniesto be ablepenetrate the export market, in accordance with
trade firms of target country.
This study aimed toevaluate the condition ofthe basicfeasibility requirementsin line with the
requirementsof GMPandHACCP, analyzing the Implementation ofSOPbased onthe critical pointsas
aguidance of theimprovement of production processes, Arrangingthe HACCP plandocument(HACCP
plan)forproductionas a guidein the implementation ofthe HACCP system, Recommendthe HACCP planfor
the development ofHACCP system, andredesignthe layout ofthe facilityafterseeingaspects ofdeviations thatoccur
inthe production process.
Referensi
Badan Standarisasi Nasional, BSN. 2002. Panduan Penyusunan Rencana Sistem Analisis Bahaya dan
Bauman, HE. 1995. The Origin and Concept of HACCP, Didalam : Pearson, AM and Dutson, AT, editor, HACCP In Meat, Poultry and Fish Processing, Champman and Hall, New York. Bintoro, VP. 2009. Peranan Ilmu dan Teknologi dalam Peningkatan Keamanan Pangan Asal Ternak, Makalah pada Forum Pengukuhan Guru Besar Fakultas Perternakan Universitas Diponegoro 22 Januari 2009, Semarang. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 1996. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 1999. Pedoman Pemeriksaan Sarana Pengolahan Makanan Kaleng Berasam Rendah, Direktorat Pengawasan Makanan dan Minuman Republik Indonesia. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 1999.Petunjuk Teknis Pemeriksaan Sarana Pengolahan Makanan Kaleng Berasam Rendah, Direktorat Pengawasan Makanan dan Minuman Republik Indonesia. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 2004. Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jakarta. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 2005. (draft) Pedoman Pemeriksaan Sarana Pengolahan Saus Dalam Botol, Direktorat Inspeksi Dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 2005. (draft) Petunjuk Teknis Pemeriksaan Sarana Pengolahan Saus Dalam Botol, Direktorat Inspeksi Dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia.
Muhandri, T, dan D, Kadarisman. 2006. Sistem Jaminan Mutu Industri Pangan. Bogor: IPB Press.
NACMCF. 1998. Hazard Analysis and Critical Control Point System and Guidelines for Its Application. J. Food Protect. Rahayu. 2008. Disain Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Ikan Berbasis Perbaikan Kinerja Mutu Dalam Rantai Pasokan Ikan Laut Tangkapan Di Wilayah Utara Jawa Barat. Thesis. Fakultas Tehnologi Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Sapers GM, Gorny JR, and Yousef AE. 2006.Microbiology of Fruits and Vegetables. New York:CRC Press, Boca Raton, London. Stevenson, KE. 1990.Implementing HACCP in Food Industry, Food Technology. Stevenson, KE. 1999.Introduction to Hazard Analysis Critical Control point,Didalam : Stevenson, KE and Bernard, DT, editor, HACCP : A SystematicApproach to Food Safet, third edition, the Food Processors Institute, Washington, DC. Sudibyo, A, Rahayu, SE, Rohaman, MM, Ridwan, IN, Sirait, SD, Aprianita, N dan Sutrisniati, D. 2001.Pengembangan dan Penerapan Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) Pada Industri Pangan di Indonesia, Warta IHP New York ol. 18. Sukarman, W. 2009. Pengelolaan Industri : Peran Industri Perbankan dalam Mendukung Sektor UMKM di Indonesia, Program Magister Profesional Industri Kecil Menengah Sekolah Pascasarjana. IPB.Bogor. Suprapto.1999. Sistem Akreditasi dan Sertifikasi HACCP. Makalah Desiminasi pelaksanaan Akreditasi dan Sertifikasi HACCP. 7 Desember 1999. Badan Standardisasi Nasional (BSN). Jakarta.
Thaheer, Hermawan. 2005. Sistem Manajemen HACCP (Hazard
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.