KOMPARASI JENIS AMPAS KOPI (Coffea) DAN PERIODE FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KOMBUCHA AMPAS KOPI (Coffea)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v14i2.4895Kata Kunci:
Coffea, Kopi, Ampas kopi, Scoby, Kombucha.Abstrak
Salah satu komoditas pertanian yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat adalah kopi. Produksi Perkebunan Rakyat cenderung meningkat dari tahun 2016 hingga 2018, menurut data dari Direktorat Jendral Perkebunan. Minuman kopi kombucha adalah produk tambahan dari industri kopi. Ini adalah minuman fungsional yang memiliki efek kesehatan yang baik dan memiliki rasa yang menyegarkan. Konsumen mendapatkan manfaat dari minuman fungsional ini. Ampas kopi tidak hanya dapat digunakan untuk membuat kopi; itu juga dapat digunakan untuk membuat kue tepung, produk khusus dalam penelitian ini. Ampas kopi juga dapat bermanfaat sebagai produk nutrisi.
Ampas kopi juga bisa dibuat menjadi biskuit yang dapat dikonsumsi oleh orang yang menderita diabetes dan obesitas untuk meningkatkan energi mereka. Selain itu, ampas kopi dapat digunakan sebagai pengganti atau sebagai pengganti dalam pembuatan produk makanan. Semakin banyak ampas kopi yang digunakan, semakin tinggi kandungan protein, lemak, abu, dan serat dalam produk tersebut.
Penggunaan ampas kopi memberikan peningkatan kualitas produk dari segi protein dan kekuatan antioksidan. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan 28 panelis biasa dan 2 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yakni meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Masing-masing panelis diberikan 5 sampel berbeda pada setiap formulasinya. Hasil terbaik dengan nilai rata-rata pada parameter warna (5,4), aroma (5,3), rasa (5,7) dan kekentalan (5,4), diperoleh pada formulasi C5A3. Dengan formulasi ampas kopi arabika 30% dan ampas kopi robusta 70%.Referensi
Aryadi, M. I., Arfi, F., & Harahap, M. R. (2020). Literature Review?: Perbandingan Kadar Kafein Dalam Kopi Robusta (Coffea canephora), Kopi Arabika (Coffea arabica) Dan Kopi Liberika (Coffea liberica) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. AMINA, 2.
Atika Sari, F. (2023). Pengaruh Konsentrasi Gula Dan Konsentrasi Teh Cascara Terhadap Karakteristik Kombucha. Skripsi Universitas Sriwijaya.
Baihaqi, Hakim, S., Nuraida, Fridayati, D., & Madani, E. (2023). Sifat Organoleptik Teh Cascara (Limbah Kulit Buah Kopi) Pada Pengeringan Berbeda. JURNAL AGROSAINS.
Dewa, A. D. (2016). Pebandingan Metode Analisa Kadar Besi antara Serimetri dan Spektrofotometer UV-Vis dengan Pengompleks 1,10- Fenantrolin. Akta Kimindo.
Dewi. 2016. “Penambahan Puree Umbi Bit Terhadap Karakteristik Kue Lumpur.”
: 1–23.
Firdaus, S., Indah, A., Isnaini, L., & Aminah, S. (2020). “Review” Teh Kombucha Sebagai Minuman Fungsional dengan Berbagai Bahan Dasar Teh. Prosiding Seminar Nasional Uninus.
Gusnadi, D., Taufiq, R., & Baharta, E. (2021). Uji Organoleptik dan Daya Terima pada Produk Mousse Berbasis Tapai Singkong sebagai Komoditi UMKM di Kabupaten Bandung. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2883–2888.
Juliantari, N. P. D., Wrasiati, L. P., & Wartini, N. M. (2018). Karakteristik Ekstrak Ampas Kopi Bubuk Robusta (Coffea canephora) Pada Perlakuan Konsentrasi Pelarut Etanol Dan Suhu Maserasi. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 6(3), 243–249.
Rochmah, H. F., Kresnanda, A. S., & Asyidiq, M. L. (2021). Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Sebagai Upaya Pemberdayaan Petani Kopi Di Cv Frinsa Agrolestari, Bandung, Jawa Barat. Jurnal Sains Terapan, 11(2), 60–69.
Romadhona, A. R., Dewi, N. K. P. C., & Indrawan, K. A. Y. (2022). Pengolahan Limbah Kulit Kopi Arabika Kintamani Sebagai Alternatif Menunjang Sustainable Development Goals. PINAR, 633–639.
Rosaliana, F. (2019). Sejarah Kopi di Indonesia. E-Jurnal.Unjy.Ac.Id, 17(1), 1–14.
Santoso, J., & Minantyo, H. (2022). Pemanfaatan tepung ampas kopi arabik (Coffea arabica) sebagai substitusi tepung terigu (Triticum compactum) dalam pembuatan bolu klemben.
Santoso, S. O., Janeta, A. dan Kristianti, M. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Makanan pada Remaja di Surabaya. Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa. 6(1): 19-32.
Suarya, L. M. K. S., Rustika, I. M. Astiti, D. P. (2017). Psikologi Nutrisi. Bahan Ajar, Universitas Udayana. Denpasar, Indonesia. p. 3-46.
Trihaditia, R., Yuliani, & Priambodo, R. (2021). Komparasi Jenis Cascara Dan Periode Fermentasi Terhadap Karakteristik Kombucha Cascara. Jurnal Pro-Stek, 3(2).
Trihaditia, R., 2018. “Penentuan Nilai Optimasi Dari Karakteristik Organoleptik Aroma Dan Rasa Produk Teh Rambut Jagung Dengan Penambahan Jeruk Nipis Dan Madu.” Agroscience (Agsci) 6(1): 20.
Wahyudi, E., Martini, R., & Suswatiningsih, T. E. (2018). Perkembangan Perkebunan Kopi Di Indonesia. JURNAL MASEPI, 3(1).
Wulandari, S., Syafitri, T. M., Sella, E. F., Ningrat, B. C., & Wangi, N. S. (2023). Teknologi Sederhana Pemanfaatan Ampas Kopi untuk Pupuk Organik Cair. In Jurnal Dehasen Untuk Negeri.
Wulandari, A. (2018). Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Kombucha Teh Hijau Daun Jati (Tectona grandis) Terhadap Kadar Tanin Total Dan Total Asam Tertitrasi. Skripsi. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Yuliani, et al. 2022. “Uji Organoleptik Dan Kandungan Nutrisi Biskuit Dengan Bahan Fortifikasi Tepung Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Penanganan Stunting.” Agrivet?: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) 10(2): 159–68.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.