APLIKASI ASAP CAIR SUREN TERHADAP BAKTERI Xanhtomonas oryzae Pv. oryzae PENYEBAB HAWAR DAUN BAKTERI PADA PADI SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v8i2.485Kata Kunci:
asap cair suren, Xanthomonas oryzae pv. oryzae, hawar daun bakteriAbstrak
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman
padi adalah mengendalikan penyakit secara terpadu. Asap cair suren merupakan suatu inovasi
baru yang dapat digunakan karena bahan baku mudah didapat dan mudah dipergunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi asap cair suren terhadap
bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae penyebab hawar daun bakteri pada padi secara in vitro.
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7
perlakuan setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Perlakuan dari penelitian ini yaitu Kontrol
(kontrol negatif dengan aquades ), ACS A (asap cair suren dengan konsentrasi 6,25 %), ACS
B (asap cair suren dengan konsentrasi 12,5 %), ACS C (asap cair suren dengan konsentrasi 25
%), ACS D (asap cair suren dengan konsentrasi 50 %), ACS E (asap cair suren dengan
konsentrasi 100 %), KF (kontrol positif dengan amoksisilin). Pengamatan diambil 6 jam
setelah perlakuan dan pengambilan data dilakukan setiap 6 jam selama 24 jam, dengan
parameter pengamatan yaitu; diameter hambatan, luas zona hambatan dan persentase
hambatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa asap cair suren berpengaruh terhadap
parameter; diameter hambatan, luas zona hambatan dan persentase hambatan pertumbuhan
bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae secara in vitro, serta konsentrasi asap cair suren 50% dan
100% merupakan konsentrasi yang dapat diaplikasikan karena mulai mampu menghambat
perkembangbiakan Xanthomonas oryzae pv. oryzae secara in vitro
Referensi
kimia dan uji antibakteri asap cair
tempurung kelapa sawit (Elaeis
guineensis jaqk.) pada bakteri
staphylococcus aureus dan
pseuodomonas aeruginosa. Skipsi.
Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatulloh. Jakarta.
Anisah., Rahayu, T. 2015. Media
alternative untuk pertumbuhan
bakteri menggunakan karbohitrat
yang berbeda. Seminar Nasional XII
Pendidikan Biologi FKIP UNS
2015.Universitas Muhammadiyah
Surakarta. Surakarta. Indonesia.
Aryani, D., Mujianti, D, R., Harlianto, D,
U, Y, A. 2014. Studi Kajian
Kandungan Senyawa Pada Asap
Cair Dari Sekam Padi. Prosiding
Seminar Nasional Kimia, Isbn: 978-
602-0951-05-8 Jurusan Kimia Fmipa
Universitas Negeri Surabaya. 3-4
Oktober 2015.
Balai pengkajian dan pengembangan
teknologi pertanian, 2016. Teknologi
budidaya padi.
Erik, B. Smith, MD, Ibrahim J. Raphael,
MD, Mitchell G. Maltenfort, PhD,
Sittisak Honsawek, MD, Kyle
Dolan, BS, Elizabeth A. Younkins,
RN. 2013. The Effect of Laminar
Air Flow and Door Openings on
Operating Room Contamination.
The Journal of Arthroplasty 28 : 1482–
1485.
Fauzan., ikhwanus, M, 2017. Pemurnian
asap cair tempurung kelapa melalui
distilasi dan filtrasi menggunakan
zeolite dan arang aktif. Seminar
Nasional Sains Dan Teknologi 2017.
Fakultas Teknik Universitas
Muhamadiyah Jakarta. 2407-1846.
Firman, M, A, A., Bahri, S.,Khairat. 2016
pirolisis kayu pinus (wood fine)
dengan katalis Mo/Lempung
menjadi bio-oil. Jom FTEKNIK 3
(1).
Herawati, A., 2016, isolasi dan
karakterisasi penyebab penyakit
hawar daun bakteri (Xanthomonas
oryzae pv. oryzae) pada tanaman
padi di wilayah Sulawesi utara,
perbal Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Online. 4 (3).
Kaur. S.Preet., Rekha. R., end Sanju. N.,
2011. Amoxicillin: A Broad
Spectrum Antibiotic International
Journal of Pharmacy and Pharmaceutical
Sciences . 3 (1) : 0975-1491. Lubis, 2013. Kemampuan Bacillus sp.
Penghasil ahl-laktonase dalam
menghambat proses quorum
sensing patogenisitas bakteri
fitopatogen. Skripsi. Departemen
Biologi. Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam. Institute
Pertanian Bogor.
Maryani, D., Masduqi, A., moesriati, A,
2014. Pengaruh Ketebalan Media
Dan Rate Filtrasi Pada Sand Filter
Dalam Menurunkan Kekeruhan
Dan Total Coliform. Jurnal Teknik
Pomits 3 (2) : 2337-3539. ITS.
OEPP/EPPO. 2007. Xanthomonas oryzae.
Bulletin OEPP/EPPO. 37 : 543–
553.
Pusat pelatihan pertanian. 2015. Pelatihan
Teknis Budidaya Padi Bagi Penyuluh
Pertanian Dan Babinsa. Pengendalian
Hama Terpadu (PHT) Sesuai
Dengan Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) Sasaran.
Pusat Penelitian Dan Pengembangan
Perkebunan 2012, Pestisida nabati,
Kementerian Pertanian Badan
Penelitian dan Pengembangan
Pertanian.
Purwohadisantoso, K., Zubaidah, E.,
Saparianti, E, 2009, isolasi bakteri
asam laktat dari sayur kubis yang
Memiliki kemampuan
penghambatan bakteri patogen
(Staphylococcus aureus, Listeria
monocytogenes, Escherichia coli dan
Salmonella thypimurium), Jurnal
Teknologi Pertanian 10 (1) : 19 – 27.
Puspitasari, Monita. 2014. Diskripsi Sifat
Khas Bakteri Xanthomonas oryzae pv.
oryzae. Program Pasca Sarjana,
Program Studi Hama dan Penyakit
Tumbuhan Universitas Andalas,
Padang.
Rijayanti, R, P. 2014. Uji Aktivitas
Antibakteri Ekstrak Etanol Daun
Manga Bacang (Mangifera foetida. L)
Terhadap Staphylococcus Aureus
Secara Invitro. Naskah Publikasi,
Universitas Tanjungpura.
Sudir, Nuryanto, B. dan Kadir, T.S. 2012.
Epidemiologi, Patotipe, dan
Strategi Pengendalian Penyakit
Hawar Daun Bakteri pada
Tanaman Padi. Balai Besar
Penelitian Tanaman Padi. Iptek
Tanaman Pangan 7 (2).
Sullivan, M., Daniells, E., and Southwick,
C. 2011. CPHST Pest Datasheet
for Xanthomonas oryzae pv. oryzae.
USDA-APHIS-PPQ-CPHST.
Tendencia, E. A. .2004. Disk diffusion
method. In Laboratory manual of
standardized methods for
antimicrobial sensitivity tests for
bacteria isolated from aquatic
animals and environment Chapter
2 : 13-29. Tigbauan, Iloilo,
Philippines: Aquaculture
Department, Southeast Asian
Fisheries Development Center.
Wahyudi, A. T., Meliah, S., Nawangsih,
A.A. 2011. Xanthomonas oryzae pv.
oryzae Bakteri Penyebab Hawar
Daun Pada Padi: Isolasi,
Karakterisasi Dan Telaah
Mutagenesia Dengan Transposon.
Makara. Sains. 15 (1) : 89-96.
Wening, R. H., susanto, U. dan Satoto.
2016. Varietas unggul padi tahan
hawar daun bakteri: perakitan dan
penyebaran di sentra produksi.
Iptek tanman pangan. 11 (2).
Yunus, M. 2011. Teknologi Pembuatan
Asap Cair dari Tempurung Kepala
Sebagai Pengawet Makanan. Jurnal
Sains dan Inovasi 7 (1) : 53– 61.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.