KEANEKARAGAMAN HYMENOPTERA PARASITOID PADA TANAMAN BAWANG MERAH YANG DITUMPANG SARIKAN DENGAN CABAI MERAH PADA FASE VEGETATIF DAN FASE GENERATIF
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v14i1.4150Kata Kunci:
hymenoptera parasitoid, bawang, cabai merah.Abstrak
Tanaman tumpang sari berarti sistem pertanaman yang banyak diimplikasikan petani memakai cara penanaman lebih dari satu jenis tanaman. Selain menambah produksi tanaman, sistem tumpeng sari juga memaksimalkan fungsi lahan. Sistem tumpeng sari terlihat juga memberikan pengaruh pada keanekaragaman serangga yang berkunjung ataupun hidup di tanaman. Tujuan penelitian guna mendeskripsikan jenis serangga yang terdapat pada tanaman bawang merah yang ditumpangsarikan dengan cabai merah. Penelitian ini memakai metode survei purposive sampling. Survei dilaksanakan di satu hamparan lahan tanaman bawang merah yang ditumpang sarikan dengan cabai merah. Hasil penelitian memperlihatkan serangga yang tertangkap di lahan bawang merah yang ditumpang sarikan dengan cabai terdiri dari 10 ordo dan 47 family, ordo Araneae, ordo Blatodea ordo Coleoptera ordo Dermaptera, ordo Hemiptera, ordo Diptera, ordo Hymenoptera, ordo Isoptera, ordo Lepidoptera ordo Mantodea, sedangkan untuk musuh alami parasitoid di jumpai dua yaitu ordo Hymenoptera , Diptera, untuk serangga predator ordo yang dijumpai ordo Mantodea, ordo Orthoptera, ordo Hymenoptera, ordo Lepidoptera, ordo Hemiptera, ordo Diptera, ordo Dermaptera, ordo Coleoptera ordo Araneae, sedangkan serangga herbivora ordo yang dijumpai adalah ordo Hemiptera, ordo Diptera, ordo Coleoptera, ordo Lepidoptera, ordo Orthoptera, kelompok serangga parasitoid yang paling tinggi jumlah individunya dari family Ichneumonidae dan Braconidae, kelompok serangga predator yang paling tinggi jumlah individunya dari family Reduviidae, dan formicidae, kelompok serangga herbivora yang paling tinggi jumlah individunya dari family Orthoptera.
Referensi
Boror, J.D., Triplehorn A.C., & Johnson, F.N. (1998). Pengenalan Pelajaran Serangga Edisi VI, Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres.
Chenon, F.J., A. Sipayung., & P.S. Sudharto. 1989. The importance of Natural Enemies on Leaf-Eating Caterpillar in Oil Palms Plantations in Sumatra, Indonesia-uses an Possibilities. Di Dalam: Jalani BS, Zin ZZ, Paranjhoty K, Ariffi D, Rajanaidu N, Cheach SC, Basri MW, Henson IE, Tayeb MD, editor. PORIM International Palm Oil Development Converence. Bangil: Palm Oil Research Institute. p. 245-256
Goulet, H., & Huber J.T. (1993). Hymnotera of the World: An Identification Guide to Families. Canada Communications Group, Ottawa.
Haneda, N.F., Kusuma, C., & Kusuma, F.D. (2013). Keanekaragaman Serangga di Ekosistem Mangrove. J. Silvikultur Tropika, 4 (2): 42-46.
Hendrival & Khalid, A. (2017). Perbandingan keanekaragaman Hymenoptera parasitoid pada agroekosistem kedelai dengan aplikasi dan tanpa aplikasi insektisida. Al-Kauniyah: Journal of Biology, 10 (1): 48-58.
Herlina, N., Hariyono, D., & Margawati, D.T. (2017). Pengaruh waktu tanam kubis (Brasssica oleraceae L. var capitata) dan Cabai (Capsicum annum L.) terhadap efisiensi penggunaan lahan pada sistem tumpangsari. J. Hort. Indonesia, 8(2): 111-119.
Herlinda, S. (2020). Pemanfaatan musuh alami untuk pengendalian hayati hama tanaman pangan dan sayuran guna mendukung keberhasilan pertanian organik. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020.
Indiati, S.W., Bejo., & M. Rahayu. (2017). Diversity of mung bean insect pests and their natural
enemies in farmer’s fields in East Java, Indonesia. Biodiversitas, 18 (4): 1300-1307
Jannah M., Supeno B., & Windarningsih, M. (2021). Keragaman predator ulat gerayak jagung (Spodoptera frugiperda) selama pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L) Di Desa Ireng Lombok Barat. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS, 5 (1): 1134-1152.
Kalshoven L.G.E. (1981). The pest of Crops in Indonesia. Revised and Translated by P. A. Van der Laan. Ichtiar Baru. Jakarta
Kurniasih, R., Huda M, A.N., Ramdan, E.P., & Asnur, P. (2022). Pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium cepa L.) pada kombinasi media tanam yang berbeda. Jurnal Pertanian Persisi, 6 (2): 122-131.
Kurniawati, N. & Martono, E. (2015). Peran tumbuhan berbunga sebagai media konservasi artropoda musuh alami. Perlindungan Tanaman Indonesia, 19(2): 53-59.
Luskin, M.S, & Potts, M.D. (2011). Microclimate and habitat heterogeneity through the oil palm life cycle. Basic. Appl. Ecol. 12 (6): 540-551
Magurran, A.E. (1991). Ecological Diversity and its Measurement. Chapman and Hall, New York Nahlunnisa H., Zuhud, E. A. M., & Yanto S. 2016. Keanekaragaman spesies tumbuhan di areal
Nilai Konservasi Tinggi (NKT) perkebunan kelapa sawit Provinsi Riau. Media Konservasi, 21 (1): 91-98.
Nilan, H.C., Monalisa, S.L., Inayah, A & Hanadayani, D. (2019). Ekstraksi daun sirih, batang sereh dan bawang merah untuk produksi pestisida organik. Inovasi teknik kimia. 4 (1): 21- 25.
Nelly N., Reflinaldon., & Amelia K. (2015). Keragaman predator dan parasitoid pada pertanaman bawang merah: studi kasus di daerah Alahan Panjang, Sumatera Barat. PROS SEM NAS MASY BIODIV INDONI, 1(5):1005-1010
Nusyirwan. (2013). Studi musuh alami (Spodoptera exigua Hbn) pada agroekosistem tanaman bawang merah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 13(1):33-37
Schowalter, T.D. 2016. Insect Ecology: An Ecosystem Approach, Fourth Edition. Academic Press.
774 p.
Yenti, N., Juniarti & Efendi, S. (2020). Pengaruh penggunaan lahan kakao yang diintegrasikan dengan kelapa sawit terhadap keanekaragaman serangga predator dan parasitoid. JOSETA, 2(1): 44– 53
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.