RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) AKIBAT PEMBERIAN ABU BOILER CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v13i2.3817Kata Kunci:
abu boiler, klon BL-50, limbah, media tanam, pembibitanAbstrak
Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah terbesar kedua penghasil kelapa sawit di Sumatera Barat. Sejalan dengan itu, limbah pabrik kelapa sawit berupa abu boiler tersedia melimpah di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit berupa abu boiler cangkang kelapa sawit sebagai campuran media tanam pada pembibitan kakao (Theobroma cacao L.) klon BL-50, serta untuk mendapatkan dosis terbaik abu boiler tersebut dalam menunjang pertumbuhan bibit kakao. Penelitian telah dilakukan selama lima bulan di Kebun Percobaan Kampus 3 Universitas Andalas yang berlokasi di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Dosis abu boiler yang diaplikasikan adalah 0, 300, 350, 400 dan 450 g/polybag. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Fdan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya respons pertumbuhan bibit kakao akibat aplikasi abu boiler cangkang kelapa sawit sebagai campuran media tanam, yaitu pada variabel diameter batang, tinggi bibit, jumlah daun, serta panjang dan lebar daun. Dosis abu boiler cangkang kelapa sawit yang terbaik dalam menunjang pertumbuhan bibit kakao klon BL-50 adalah 300 g/polybag.Referensi
Astianto, A. (2012). Pemberian Berbagai Dosis Abu Boiler pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Utama (Main Nursery). Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Riau, Pekanbaru.
Bangun, A.M. (2010). Pengaruh Beberapa Kombinasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dengan Pupuk NPKMg 12-12-17-2 terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Pembibitan Utama. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang.
Fitria, A.D., Sudarto & Djajani. (2018). Keterkaitan Ketersediaan Unsur Hara Ca, Mg, dan Mutu Tembakau Kemloko di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2): 857-866.
Fitriatin, B.N., Yuniarti, A., Turmuktini, T., & Ruswandi, F.K. (2014). The Effect of Phosphate Solubilizing Microbe Producing Growth Regulators on Soil Phosphate, Growth and Yield of Maize and Fertilizer Efficiency on Ultisol. Eurasian J. of Soil Sci, 1(1): 101-107.
Hardjowigeno. (2003). Prodiktivitas Tanah Ultisol. Akademi Pressindo, Jakarta.
Hartanto, H. (2011). Sukses Besar Budidaya Kelapa Sawit. Citra Media Publishing, Yogyakarta.
International Cocoa Organization. (2021). Quarterly Bulletin of Cocoa Statistics, 37(2).
Jumin, H.B. (2002). Agroekologi Suatu Pendekatan Fisiologis. Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Lakitan, B. (2000). Dasar - Dasar Fisiologi Tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Lubis A.U. (2008). Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Pusat Penelitian dan Perkembangan Perkebunan. (2016). Kakao BL 50 sebagai Varietas Unggul dari Sumatera Barat. Litbang Perkebunan, Jakarta.
Sari, W.K & Herman, R.P. (2023). Pengaruh Kombinasi Dosis Abu Cangkang Kelapa Sawit dan Pupuk Kotoran Walet terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery. Agroscience, 13(1): 81-94.
Setyamidjaja. (2006). Budidaya Kelapa Sawit. Kanisius, Yogyakarta.
Sinabariba, A., Siagian, B., & Silitonga, S. (2013). Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Kompos Blotong dan Pupuk NPKMg pada Media Subsoil Ultisol. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(3): 689-701.
Sitorus. (2014). Pemupukan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Sitorus, U.K.P., Siagian, B., & Rahmawati, N. (2014). Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Abu Boiler dan Pupuk Urea pada Media Pembibitan. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(3): 1021-1029.
Sutejo, M.M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
Tambunan, M.M., Simanungkalit, T., & Irmansyah, T. (2015). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Pemberian Kompos Sampah Pasar dan Pupuk NPKMg (15:15:6:4) di Pre-Nursery. Skripsi. Fakultas Pertanian, USU, Medan.
Yin, C.Y., Kadir, S.A.S.A., Lim, Y.P., Syed-Ariffin, S.N., & Zamzuri, Z. (2008). An Investigation Into Physicochemical Characteristics of Ash Produced from Combustion of Oil Palm Biomass Waste in a Boiler. Fuel Processing Technology, 89(7): 693-696.
Bangun, A.M. (2010). Pengaruh Beberapa Kombinasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dengan Pupuk NPKMg 12-12-17-2 terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Pembibitan Utama. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang.
Fitria, A.D., Sudarto & Djajani. (2018). Keterkaitan Ketersediaan Unsur Hara Ca, Mg, dan Mutu Tembakau Kemloko di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2): 857-866.
Fitriatin, B.N., Yuniarti, A., Turmuktini, T., & Ruswandi, F.K. (2014). The Effect of Phosphate Solubilizing Microbe Producing Growth Regulators on Soil Phosphate, Growth and Yield of Maize and Fertilizer Efficiency on Ultisol. Eurasian J. of Soil Sci, 1(1): 101-107.
Hardjowigeno. (2003). Prodiktivitas Tanah Ultisol. Akademi Pressindo, Jakarta.
Hartanto, H. (2011). Sukses Besar Budidaya Kelapa Sawit. Citra Media Publishing, Yogyakarta.
International Cocoa Organization. (2021). Quarterly Bulletin of Cocoa Statistics, 37(2).
Jumin, H.B. (2002). Agroekologi Suatu Pendekatan Fisiologis. Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Lakitan, B. (2000). Dasar - Dasar Fisiologi Tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Lubis A.U. (2008). Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Pusat Penelitian dan Perkembangan Perkebunan. (2016). Kakao BL 50 sebagai Varietas Unggul dari Sumatera Barat. Litbang Perkebunan, Jakarta.
Sari, W.K & Herman, R.P. (2023). Pengaruh Kombinasi Dosis Abu Cangkang Kelapa Sawit dan Pupuk Kotoran Walet terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery. Agroscience, 13(1): 81-94.
Setyamidjaja. (2006). Budidaya Kelapa Sawit. Kanisius, Yogyakarta.
Sinabariba, A., Siagian, B., & Silitonga, S. (2013). Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Kompos Blotong dan Pupuk NPKMg pada Media Subsoil Ultisol. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(3): 689-701.
Sitorus. (2014). Pemupukan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Sitorus, U.K.P., Siagian, B., & Rahmawati, N. (2014). Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Abu Boiler dan Pupuk Urea pada Media Pembibitan. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(3): 1021-1029.
Sutejo, M.M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
Tambunan, M.M., Simanungkalit, T., & Irmansyah, T. (2015). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Pemberian Kompos Sampah Pasar dan Pupuk NPKMg (15:15:6:4) di Pre-Nursery. Skripsi. Fakultas Pertanian, USU, Medan.
Yin, C.Y., Kadir, S.A.S.A., Lim, Y.P., Syed-Ariffin, S.N., & Zamzuri, Z. (2008). An Investigation Into Physicochemical Characteristics of Ash Produced from Combustion of Oil Palm Biomass Waste in a Boiler. Fuel Processing Technology, 89(7): 693-696.
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
2023-12-20
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.