PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN CAHAYA TERHADAP MUTU UMBI KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR MEDIANS YANG DITANAM PADA DATARAN MEDIUM DAN TINGGI
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v13i2.3571Kata Kunci:
ketinggian dataran, ruang gelap, ruang terkena cahaya, umbi kentang, waktu penyimpananAbstrak
Kentang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang menjadi prioritas karena
sebagai salah satu sumber karbohidrat. Kentang juga merupakan sumber bahan pangan yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Namun, kondisi penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya simpan umbi kentang kultivar medians yang ditanam pada ketinggian dataran dengan pencahayaan dan waktu penyimpanan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dan dua faktor dengan lima kali ulangan dengan perlakuan pencahayaan dan waktu penyimpanan pada masing-masing dataran. Faktor pertama yaitu waktu penyimpanan; 0 minggu (w0), 2 minggu (w2), 4 minggu (w4), 6 minggu (w6), dan 8 minggu (w8). Faktor kedua yaitu ruang penyimpanan; disimpan di ruang terkena cahaya (r1) dan di ruang gelap (r2). Respon yang diukur diantaranya kadar air, kadar pati, total padatan terlarut, gula pereduksi, susut bobot, susut diameter, kekerasan, dan jumlah tunas pada kentang kultivar medians yang ditanam pada dataran medium dan dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pada semua respon dari kentang kultivar medians dengan perlakuan pencahayaan dan waktu penyimpanan. Perbedaan ketinggian dataran tempat penanaman kentang juga memiliki perbedaan.
Referensi
Asgar, A., Kartasih, A., Supriadi, A., & Trisdyani, H. (2010). Pengaruh Lama Penyimpanan, Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kualitas Keripik Kentang Putih. Berita Biologi, 10(2), 217–226. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v10i2.1975
Asgar, A., & Rahayu, S. (2014). Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Waktu Pengkondisian untuk Mempertahankan Kualitas Kentang Kultivar Margahayu. Berita Biologi, 13(3), 283–293. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v13i3.672
Asgar, A., Rahayu, S. T., Kusmana, M., & Sofiari, E. (2011). Uji Kualitas Umbi Beberapa Klon Kentang untuk Keripik. Jurnal Hortikultura, 21(1), 51–59.
Badan Pusat Statistik. (2022). Produksi Kentang Menurut Provinsi 2019-2021. Retrieved from https://www.bps.go.id/indicator/55/61/1/produksi-tanaman-sayuran.html
Broto, W., Setyabudi, D. A., Sunarmani, Qanytah, & Jamal, I. B. (2017). Teknologi Penyimpanan Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Var. GM-05 dengan Rekayasa Pencahayaan untuk Mempertahankan Kesegarannya. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(2), 116–124. https://doi.org/10.21082/jpasca.v14n2.2017.116-124
Duaja, M. (2012). Analisis Tumbuh Umbi Kentang (Solanum tuberossum L.) di Dataran Rendah (Potato Tuber (Solanum tuberossum L.) Growth Analysis in Lowland Area). Bioplantae, 1(2), 88–97.
Estiasih, T., Putri, W. D. R., & Waziiroh, E. (2017). Umbi-umbian & Pengolahannya (Vol. 1; Tim UB Press, Ed.). Malang: UB Press.
Gachango, E., Shibairo, S. I., Kabira, J. N., Chemining’wa, G. N., & Demo, P. (2019). Effects of light intensity on quality of potato seed tubers. Global Journal of Food and Agribusiness Management, 3(5), 1–8. Retrieved from www.internationalscholarsjournals.org
Handayani, T., Sofiari, E., & Kusmana. (2011). Karakterisasi Morfologi Klon Kentang di Dataran Medium. Buletin Plasma Nutfah, 17(2), 116–121.
Hariyadi, P., & Aini, N. (2015). Dasar-dasar Penanganan pasca Panen Buah dan Sayur (1st ed.). Bandung: CV Alfabeta.
Jufri, A. F., Rahayu, M. S., & Setiawan, A. (2015). Penanganan Penyimpanan Kentang Bibit (Solanum tuberosum L.) di Bandung. Buletin Agrohortikultura, 3(1), 65–70. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/agrob.v3i1.14828
Kaur, A., Singh, N., Ezekiel, R., & Sodhi, N. S. (2009). Properties of starches separated from potatoes stored under different conditions. Food Chemistry, 114(4), 1396–1404. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2008.11.025
Kurniawan, H., & Suganda, T. (2014). Uji Kualitas Ubi Beberapa Klon Kentang Hasil Persilangan untuk Bahan Baku Keripik. Jurnal Agro, 1(1), 33–43. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/79
Kusandriani, Y. (2014). Uji Daya Hasil dan Kualitas Delapan Genotip Kentang untuk Industri Keripik Kentang Nasional Berbahan Baku Lokal. Jurnal Hortikultura, 24(4), 283–288. https://doi.org/10.21082/jhort.v24n4.2014.p283-288.
Kusumiyati, Nurjanah, R., & Sutari, W. (2017). Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Kentang Olahan (Solanum tuberosum L.) Kultivar Atlantik. Jurnal Ilmu Pangan Dan Hasil Pertanian, 1(2), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.26877/jiphp.v1i2.1678
Liu, C. C., Huang, L. C., Chang, C. T., & Sung, H. Y. (2006). Purification and characterization of soluble invertases from suspension-cultured bamboo (Bambusa edulis) cells. Food Chemistry, 96(4), 621–631. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2005.02.044
Nourian, F., Ramaswamy, H. S., & Kushalappa, A. C. (2003). Kinetic changes in cooking quality of potatoes stored at different temperatures. Journal of Food Engineering, 60(3), 257–266. https://doi.org/10.1016/S0260-8774(03)00046-3
Purnomo, E., Widodo Agung Suedy, S., & Haryanti, S. (2017). Pengaruh Cara dan Waktu Penyimpanan terhadap Susut Bobot, Kadar Glukosa dan Kadar Karotenoid Umbi Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L. Var Granola). Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 2(2), 107–113. https://doi.org/10.14710/baf.2.2.2017.107-113
Rusmin, D., Suhartanto, M., Ilyas, S., Manohara, D., & Widajati, E. (2015). Pengaruh Umur Panen Rimpang terhadap Perubahan Fisiologi dan Viabilitas Benih Jahe Putih Besar Selama Penyimpanan. Industrial Crops Research Journal, 21(1), 16–18. https://doi.org/10.21082/littri.v21n1.2015.17-24
Sofiari, E., Handayani, T., Kurniawan, H., Kusmana, Prabaningrum, L., & Gunadi, N. (2015). Komoditas Kentang Sumber Karbohidrat Bergizi dan Ramah Lingkungan. In I. Djatnika, M. J. A. Syah, D. Widiastoety, M. P. Yufdy, S. Prabawati, S. Pratikno, & O. Luthfiyah (Eds.), Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat (Vol. 1, pp. 78–90). Jakarta: IAARD Press. Retrieved from https://repository.pertanian.go.id/bitstreams/184f8e72-80ba-4e19-ab22-6eb1b2d4f7c9/download
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.