EKSPLORASI SERANGGA PREDATOR PADA PERTANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG MENGHASILKAN DAN YANG BELUM MENGHASILKAN
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v13i2.3557Kata Kunci:
Ekplorasi, Keanaekaragaman, Musuh alami, PredatorAbstrak
Serangga predator merupakan salah satu agen pengendali hayati yang dapat menekan laju populasi hama di Lahan Kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman serangga predator pada lahan Kakao yang menghasilkan dan lahan kakao yang belum menghasilkan. Penentuan lokasi serangga dengan metode transek garis yang dibagi kedalam tiga plot. Sampling serangga dilakukan dengan metode pengamatan mangko kuning, kelambu dan perangkap tanah. Hasil penelitian diperoleh 10 dan 12 spesies serangga predator yang termasuk kedalam 10 dan 12 famili. Jenis serangga predator yang diperoleh mayoritas adalah Coccinelidae, Oxyopidae,, Hydrophilidae, Pholcidae, serta kekayaan, keanekaragaman dan kemerataan lebih tinggi pada lahan menghasilkan.
Referensi
Desmier de Chenon R, Sipayung, A, Sudharto PS. 1989. The importance of natural enemies on leaf-eating caterpillars in oil palm plantations in Sumatra. Indonesia-uses and possibilities. Di dalam Jalani BS, Zin Zamawi Z, Paranjothy K, Ariffin D, Rajanaidu N, Cheach SC, Basri MW, Henson IE, Tayeb MD, editor PORIM International Palm Oil Development Conference. Bangi Palm Oil Research Institute. 245-262.
Direktorat Bina Perlindungan Tanaman. 2006. Musuh Alami Organisme Penggangu Tanaman. Jakarta.Direktorat Jendral Pertanian Tanaman Pangan.
Haneda, N.F., C. Kusuma dan F.D Kusuma. 2013. Keanekaragaman Serangga di Ekosistem Mangrove. J. Silvikultur Tropika, 4 (2): 42-46.
Hendrival, Abdul K. 2017. Perbandingan keanekaragaman Hymenoptera parasitoid pada agroekosistem kedelai dengan aplikasi dan tanpa aplikasi insektisida. J. Of. Biologi. 10 (1) : 45-58.
Irawan, MNS; R A. Kuswardani. 2017. Uji Residu Beberapa Bahan Aktif Pestisida terhadap Parasitoid Telur Trychogramma sp. (Hymenoptera: Trychogrammatidae) di Laboratorium Biolink (J, Biologi lingkungan Industri Kesehatan) 3 (2) 167.
Kurniawati, N, dan E, Martono. 2015 Keragaman dan kelimpahan musuh alami hama pada habitat padi yang dimanipulasi dengan tumbuhan berbunga. Ilmu Pertanian. 18 (1): 31-36.
Laba, I. W., Djatnika K. dan M. Arifin. 2004 Analisis Keanekaragaman Hayati Musuh Alami Pada Ekosistem Padi Sawah. Di dalam: E. Soenarjo et al. Prosiding Simposium Keanekaragaman Hayati Arthropoda pada Sistem Produksi Pertanian, Cipayung, 16 -18 Oktober 2000. PEI - KEHATI.
Luskin MS, Potts MD. 2011. Microclimate and habitat heterogeneity through the oil palm life cycle. Basic. Appl. Ecol. 12 (6): 540-551.
Mulyani, C. (2017). Eksplorasi Musuh Alami (Predator dan Parasitoid) Hama Tanaman Padi di Kabupatem Aceh Timur. Jurnal Entomologi, vol 3 no 2.
Nahlunnisa H. Ervizal A.M. Z dan Yanto S. 2016. Keanekaragaman Spesies Tumbuhan di Areal Nilai Konservasi Tinggi (NKT) Perkebunan Kelapa Sawit Provinsi Riau. J. Media Konservasi v. 21 (1) 91-98.
Oka, I.N. 1995. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia.Yogyakarta : Gadja Mada University Press.255 hal.
Pangalo, N.A., Yunus,M. Khasanah, N. 2014. Inventarisasi Predator Hama Helopeltis Spp. ( HEMINEPTERA : MIRIDAE) Pada Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. J. Agrotekbis. 2(2): 121 -128.
Panggalo, N. A., Yunus, dan M., Khasanah, N. 2014. “Inventarisasi Predator Hama Helopeltis sp. (HEMIPTERA: MIRIDAE) Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi,” Jurnal penelitian Mahasiswa dan Staff Dosen Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu.Vol. 2 No. 2. Hal. 121-128
Pebrianti H, Nina M, I Wayan W. 2016 Keanekaragaman Parasitoid dan Artropoda Predator pada Tanaman Kelapa Sawit dan Padi Sawah di Cindali, Kabupaten Bogor. J. HPT Tropika v. 16: 138-146.
Rizky Fajar Andrian. (2017). Keanekaragaman Serangga Polinator Pada Bunga Tanaman Tomat di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus. Jurnal Tadris Pendidikan Biologi, Vol. 8 No. 5
Sahari B. 2012. Struktur komunitas parasitoid Hymenoptera di perkebunan kelapa sawit, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kalimantan Tengah [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Untung K. 1993. Pengantar pengelolaan Hama Terpadu Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.