PENGARUH KOMBINASI DOSIS ABU CANGKANG KELAPA SAWIT DAN PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v13i1.3183Kata Kunci:
abu boiler kelapa sawit, guano, limbah, pembibitan utama, pertumbuhanAbstrak
Dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa sawit, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan pembibitan yang baik yaitu menggunakan campuran media tanam dengan bahan-bahan yang berpotensi menjadi limbah, seperti abu boiler cangkang kelapa sawit dan kotoran walet. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh abu boiler cangkang kelapa sawit dan pupuk kotoran walet (guano) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mendapatkan kombinasi dosis yang terbaik dari kedua bahan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian ini sudah dilaksanakan selama enam bulan yang bertempat di Balai Pengkajian Tanaman Perkebunan (BPTP) Dharmasraya, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Penelitian ini adalah berupa eksperimen (percobaan) yang dirancang dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang 4 kali sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Kombinasi dosis sebagai perlakuan, yaitu P0 = tanpa perlakuan, P1 = abu boiler cangkang 125 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet, P2 = abu boiler cangkang 250 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet, dan P3 = abu boiler cangkang 500 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet. Data yang diperoleh dianalisis ragam pada taraf 5% dan apabila didapatkan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh abu boiler cangkang kelapa sawit dan pupuk kotoran walet (guano) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery, terutama pada variabel pertambahan tinggi tanaman serta panjang dan lebar daun, dengan kombinasi dosis yang terbaik yaitu abu boiler cangkang kelapa sawit 500 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet.
Referensi
Balai Penelitian Tanah. (2009). Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Edisi 2. Bogor.
Fauzi, Y., Widiastuti, Y.E., Stayawibawa, I., & Hartono, R. (2006). Kelapa Sawit: Budidaya, Pemanfaatan Hasil dan Limbah, Analisis Usaha dan Pemasaran. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Fitriatin, B.N., Yuniarti, A., Turmuktini, T., & Ruswandi, F.K. (2014). The Effect of Phosphate Solubilizing Microbe Producing Growth Regulators on Soil Phosphate, Growth and Yield of Maize and Fertilizer Efficiency on Ultisol. Eurasian J. of Soil Sci, 1(1): 101-107.
Gardner, F.P., Pearce, R.B., & Mitchell, R.L. (1991). Physiology of Crop Plants. Diterjemahkan oleh Herawati Susilo. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press, Jakarta.
Goldsworthy, P.R & Fisher, R.L. (1992). Fisiologi Tanaman Budidaya. Diterjemahkan oleh Tohari. UI Press, Jakarta.
Hardjowigeno. (2003). Prodiktivitas Tanah Ultisol. Akademi Pressindo, Jakarta.
Hidayat, T.C., Simangsunsong, G., Eka, L., & Iman, Y.H. (2007). Pemanfaatan Berbagai Limbah Pertanian untuk Pembenah Media Tanam Bibit Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 15(2): 185-193.
Kartiko, H., Susilastuti, D., & Husni, M. (2021). Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre Nursery. Agroscience, 11(2): 141-156.
Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. (2013). Hasil Analisis Kimiawi Abu Boiler. Fakultas Pertanian USU, Medan.
Lakitan, B. (2000). Dasar-Dasar Fisiologi Tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Leiwakabessy, F.M. (1988). Kesuburan Tanah. Departemen Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mangoensoekarjo, S. (2003). Manajemen Tanah dan Pemupukan Budidaya Perkebunan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Mukhtaruddin, S., Sufardi, & Anhar, A. (2015). Penggunaan Guano dan Pupuk NPK Mutiara untuk Memperbaiki Kualitas Media Subsoil dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Floratek, 10(2): 19-33.
Murgayanti. (1994). Keragaman Bibit Tanaman Kakao pada Berbagai Dosis Pemberian Alcosorb 400 dan Periode Penyiraman Air. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Padang.
Nofianti, C. (2019). Pengaruh Pemberian Abu Boiler sebagai Campuran Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Klon BL-50. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Padang.
Pahan, I. (2006). Panduan Lengkap Kelapa Sawit, Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. Penebar Swadaya, Jakarta.
Pangaribuan, Y. (2001). Studi Karakter Morfofisiologi Tanaman Kelapa Sawit di Pembibitan terhadap Cekaman Kekeringan. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Prawinata, W. & Tjondronegoro, H. (1995). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan (II). Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Pusat Penelitian Kelapa Sawit. (2015). Budidaya Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Rasantika, M.S. (2009). Guano Kotoran Burung yang Menyuburkan. Gramedia, Jakarta.
Reksa, A. (2007). Perubahan Pola Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan pemberian ZPT Antonik pada Media Campuran Pasir dengan Blotong Tebu di Pre Nursery. Skripsi. Fakultas Pertanian USU. Medan.
Rini. (2005). Penggunaan Dregs (Limbah bagian Recauticizing Pabrik Pulp) dan Fly Ash (Abu Boiler Pembakaran Pabrik Pulp) untuk meningkatkan Mutu dan Produktivitas Tanah Gambut. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Riau. Pekanbaru.
Salisbury, F.B. & Ross, C.W. (1995). Fisiologi Tumbuhan. Jilid I. Edisi IV. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Sedyarso. (1999). Kotoran Burung Walet. Yogyakarta
Sitorus. (2014). Pemupukan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004 tentang Standar Kualitas Kompos.
Soehardjo, H., Harahap, H.H., Ishak, R., Purba, A., Lubis, E., Budiana, S., & Kusmahadi. (1998). Vedemecum Kelapa Sawit. PT. Perkebunan Nusantara IV. Bahjambi-Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Sutami. 2000. Botani Umum I. Angkasa Press, Bandung.
Wibowo. 2007. Nutrisi Abu Boiler. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.