UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v3i1.311Abstrak
Varietas unggul baru merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam
peningkatan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan
dan produksi VUB padi sawah. Pengkajian dilaksanakan di lahan sawah petani jorong Koto
Agung Sungai Duo, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada bulan April sampai
Juli 2011. Percobaan ditata menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali
ulangan. Perlakuan menggunakan empat varietas padi sawah, yaitu; Logawa, Silugonggo, Inpari -
12, dan Ciherang (eksisting). Bibit ditanam 3-5 batang/rumpun, jarak tanam 25x25 cm. Pupuk
yang diberikan adalah 200 kg Urea, 135 kg SP36, dan 75 kg KCl/ha. Pengamatan dilakukan
terhadap; tinggi tanaman, jumlah anak maksimum, jumlah anak produktif, komponen hasil dan
hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logawa, Silugonggo, dan Inpari-12 merupakan varietas
unggul baru padi sawah yang adaptif pada lingkungan spesifik dan memberikan hasil berturut-turut
6,69; 5,40; dan 6,09 t GKP/ha atau meningkat 40,25; 13,21; dan 27,67% di atas varietas
(eksisting) Ciherang (4,77 t GKP/ha). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa untuk mendapatkan
produksi yang optimal pada daerah ini sebaiknya menggunakan varietas Logawa, Inpari 12, atau
Silugonggo.
Referensi
Zulkifli. 2011. Pendampingan
SLPTT Padi Sawah di Kota
Sawahlunto. Laporan Kegiatan
BPTP Sumatera Barat; 21 hlm.
Balitpa. 2004. Inovasi Teknologi untuk
Peningkatan Produksi Padi dan
Kesejahteraan Petani. Balitpa,
Puslitbangtan, Badan Litbang
Pertanian. 23 hlm.
Balitpa. 2005. Analisis dan Sintesis
Pengembangan Model
Pengelolaan Tanaman Terpadu
Padi Sawah. Balitpa; 18 hlm.
Balitpa. 2009. Deskripsi varietas Padi.
Balai Besar Penelitian Tanaman
Padi; 105 hlm.
Balitpa. 2010. Deskripsi varietas Padi.
Balai Besar Penelitian Tanaman
Padi; 109 hlm.
Badan Litbang Pertanian. 2007. Pedoman
Umum Produksi Benih Sumber
Padi. Badan Litbang Pertanian.
Departemen Pertanian. 37 hlm.
Badan Litbang Pertanian. 2009. Pedoman
Umum PTT Padi Sawah. Badan
Penelitian dan Pengembangan
Pertanian; 20 hlm.
BPS, 2010. Sumatera Barat Dalam Angka
2009/2010. Badan Pusat Statistik
dan Bappeda Tk I Sumatera
Barat. Padang; 679 hlm.
Deptan. 2008. Peningkatan produksi padi
menuju 2020, memperkuat
kemandirian pangan dan peluang
ekspor. Departemen Pertanian,
Jakarta.
Hapsah, M.D. 2005. Potensi, Peluang, dan
Strategi Pencapaian Swasembada
Beras dan Kemandirian Pangan
Nasional. Hlm. 55-70. Dalam B.
Suprihatno et al. (Ed.) Inovasi
Teknologi Padi Menuju
Swasembada Beras
Berkelanjutan. Buku Satu.
Balitbangtan, Badan Litbang
Pertanian.
Las, I. Wirdata, I. N. dan Ruskandar A.
2004. Status dan peranan
penelitian padi dalam sistem
perberasan nasional. Seminar
Nasional Satu Dasawarsa BPTP
Sumatera Barat. 10-11 Agustus
2004 di Sukarami. BPTP
Sumatera Barat dan Pusat Sosial
Ekonomi Pertanian.
Zen, S. 2007. Penyebaran Varietas Unggul
dan Produktivitas Padi Sawah di
Propinsi Sumatera Barat. Jurnal
Ilmiah Tambua Universitas
Mahaputra Muhammad Yamin,
Vol. VI, No.1, Januari-April
2007: 72-78 hlm.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.