RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP APLIKASI BIOKOMPLEK DAN MEDIA TANAM
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v12i2.2755Kata Kunci:
Kelor (Moringa oleifera), Biokomplek, Media tanamAbstrak
Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamp.) merupakan satu jenis tanaman yang bermanfaat dan layak untuk dikembangkan sebagai sumber bahan tambahan pangan sehat. Sampai saat ini secara umum teknik budidaya tanaman kelor belum banyak diketahui secara pasti, karena kurangnya pemahaman tentang khasiat dan nilai ekonominya. Teknik budidaya tanaman kelor bisa dilakukan menggunakan stek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G) dan media tanam terhadap pertumbuhan stek tanaman kelor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Nopember 2022 bertempat di Desa Padaluyu Kecamatan Cugenang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama yaitu aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G) dengan 4 Taraf : 0g, 25 g, 50 g, dan 75 g per polybag. Faktor kedua dengan 4 taraf yaitu media tanam yang digunakan dengan penambahan pupuk kandang sapi, pupuk kandang domba, urine kelinci dan bokashi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa perlakuan Biokomplek berpengaruh terhadap jumlah tunas dan panjang cabang tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun stek kelor. Jenis Media tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas, tetapi berpengaruh terhadap jumlah daun dan panjang cabang stek kelor. Interaksi perlakuan yang paling baik adalah T3M1 (Biokomplek 50 g/polybag dan Pupuk Kandang Sapi).
Referensi
Desiawati, D. 2013. Tinjauan konservasi kelor (Moringa oleifera Lam.): Studi kasus di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hartatik, W., & Widowati, L.R. (2010). Pupuk Kandang. Jakarta: Departemen Pertanian
Holst, S. 2000. Moringa: Nature’s Medicine Cabinet. Sierra Sunrise Publishing, California.
Santoso, B.B dan Parwata, I.G.M.A. 2017. Viabilitas Biji dan Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lam.). Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan. 3 (2):1-8.
Santoso, B.B., Soemeinaboedhy, I.N., dan Jayaputra. 2020. Teknik Pembibitan Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam) dalam Rangka Penyediaan Sumber Pangan Sehat Berkelanjutan di Desa Gumantar Lombok Utara. Jurnal Siar Ilmuwan Tani. 1 (1): 58-66.
Sawaludin, A.N. dan Bambang, B.S. 2018. Pengaruh Berbagai Macam Media terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lam.) Asal Stek Batang. Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan. 4(1):31-42.
Siahaan, M.B. dan Fatonah, S. 2020. Pembibitan Stek Kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan Tiga Tingkat Naungan yang Berbeda. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Riau.
Sowmen, S., Rusdimansyah, Zainab, S., Santi M. 2016. Pertumbuhan dan Produktivitas Kelor (Moringa oleifera) Periode Vegetatif Awal dengan Pemupukan Sumber P yang Berbeda pada Tanah Ultisol. Jurnal Pastura. 6 (1).
Suwahyono, U. 2011. Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif & Efisien. Jakarta: Penebar Swadaya Grup.
Wasonowati, C., Sulistyaningsih, E., Indradewa, D., & Kurniasih, B. 2017. Kajian Budidaya Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) Sebagai Sayuran dan Pangan Alternatif di Madura. Peranan Hasil Penelitian Pertanian dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Petani, 43-47.
Wudianto, 2000. Membuat Stek, Cangkok dan Okulasi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.