ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PADI PANDANWANGI ORGANIK DI GABUNGAN PETANI ORGANIK (GPO) KECAMATAN CIANJUR
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v6i1.267Abstrak
Padi
menjadi primadona karena Cianjur merupakan tempat yang cocok untuk persawahan. Beberapa wilayah di
Kabupaten Cianjur menghasilkan beras yang sangat khas yaitu beras Pandanwangi. Belajar dari dampak negatif penggunaan pupuk dan pestisida kimia, melahirkan teknik bertanam secara organik atau pertanian organic.
GPO Kabupaten Cianjur, merespon adanya peluang usaha pengembangan produksi padi Pandanwangi organik.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dan mengetahui strategi pe
ngembangan yang tepat di
GPO Kecamatan Cianjur. Penelitian ini dilaksanakan di Gabungan Petani Organik (GPO) Kecamatan Cianjur yang beralamat di Kelurahan Bojongherang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Waktu pelaksanaan penelitian ini
sejak Bulan Mei sampai Juli 2015. Matriks IFE dan EFE menunjukkan total skor bobot rata-
rata sebesar 2.76 dan 2.89.Hasil analisis matriks IE menggambarkan posisi GPO Kecamatan Cianjur ada pada kuadran V, yaitu tahap hold and maintain. Kemudian dari matriks SWOT diperoleh sebelas alternatif strategi.
Referensi
konsep. Edisi Ketujuh. Jakarta : PT. Prehellindo.
Fred R. David. 2009. Manajemen Strategis. Jakarta : Salemba Empat.
Hasan, I. 2009. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta : PT.Bumi Aksara.
Kountur, R. 2004.
Metode Penelitian, untuk Penulisan
Skripsi dan Tesis.
Jakarta : Penerbit PPM.
Lungan, R. 2006. Aplikasi Statistika dan Hitung
Peluang.
Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu
Nusril, 2001. Perspektif Pemasaran Dari
Pembangaunan Pertanian Organik Di Propinsi Bengkulu. Makalah disampaikan
pada pembekalan Program Semi Que III fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Juli 2001. Bengkulu.
Prima Gandi. 2008. Skripsi Analisis Usahatani
Dan Tataniaga Padi Varietas Unggul (Studi
Kasus Padi Pandanwangi Di Kecamatan
Warungkondang KabupatenCianjur).
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian
Bogor. Bogor
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : CV. Alfabeta. T
B Tulus, 2003. Perkembangan Sektor Pertanian
I
ndonesia. Jakarta : Penerbit Ghalia Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.