Effect of Chitosan on Morphological Change Of Colletotrichum capsici (Sydow) Butler & Bisby
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v1i1.218Abstrak
Worldwide, postharvest losses
have been estimated at 50% and
much of this is due to fungal and
bacterial infection. One of the
important funguses that attack the
postharvest product is fungus
Colletotrichum capsici (Sydow)
Butler & Bisby. This fungus
caused anthracnose disease (Figure
1 and 2).
The symptom of anthracnose is
black lesion, usually sunken caused
by imperfect fungi that produce
conidia in ecervuli. Conidia are
borne on acervuli, witch are
erumpent, cushion-like masses of
conidiophores. The conidia are
hyaline, one celled, avoid to
oblong. The mycelium of
pathogen is septate , inter-and
intracellular. Acervuli and stroma
in the stem are hemispherical and
70-120 μ in diameter. Setae are
scattered and dark brown. The
tips are light brown and several
septate and up to 150 μ in length.
Conidiophores are aseptate and
unbranched. Conidia in mass
appear light pinkish in color.
Conidia are borne singly at the tips
of the conidiophores. Individually
they are hyaline, unicellular and
caved with narrowed ends. These
measure 7-28 x 3-4 μ. This is the
characteristic oil globule in the
center of each conidium. Conidia
germinate in water within four
hours. The germ tube soon forms
an appressorium (Mehrorta, 1980).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.