PENGARUH DOSIS PUPUK BOKASHI SAPI DAN PENGGUNAAN JENIS MULSA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis l.) VARIETAS PERTIWI
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v11i2.1872Abstrak
Tanaman kacang panjang (Vigna Sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kacang panjang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur. Dalam upaya peningkatan gizi masyarakat, kacang panjang penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Menurut Haryanto (2003), biji kacang panjang mengandung karbohidrat (70,00%), protein (17,30%), lemak (1,50%) dan air (12,20%), sehingga komoditi ini juga merupakan sumber protein nabati. Selain penting sebagai sayuran dan sumber protein nabati,tanaman ini juga dapat menyuburkan tanah. Pada akar kacang panjang terdapat bintil-bintil akar yang berisi bakteri Rhizobium sp. yang dapat menambah nitrogen bebas dari udara dan merubahnya menjadi bentuk yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk bokashi sapi dan penggunaan macam jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang varietas pertiwi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Maret , dengan menggunakan rancangan perlakuan faktorial dan rancangan lingkungan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua Faktor, masing-masing faktor terdiri dari tiga kelompok yaitu dengan dosis pupuk bokashi 6 ton/ha, dosis pupuk bokashi 12 ton/ha, dosis pupuk bokashi 18 ton/ha. Faktor kedua terdiri dari jenis mulsa, yaitu mulsa jerami, mulsa perak-perak, dan mulsa hitam-perak, dan dari kedua faktor tersebut dapat dikombinasikan. Pada Penelitian ini Terjadi interaksi sangat nyata antara perlakuan dosis pupuk bokashi dan macam jenis mulsa pada variabel pengamatan : panjang tanaman umur 42 hst, dan terjadi interaksi nyata pada varisabel diameter batang umur 28 dan 42 hst. Terjadi perbedaan pada perlakuan tunggal, yaitu perlakuan mulsa pada variabel jumlah helai daun pada umur 14, 28, dan 42 hst. Tidak terjadi interaksi pada variabel berat polong, jumlah polong, dan panjang polong pada akumulasi panen I - V. Akan tetapi ada perbedaan nyata pada perlakuan tunggal, yaitu perlakuan mulsa pada variable berat dan jumlah polong per tanaman pada akumulasi panen I-V.Unduhan
Diterbitkan
2021-12-29
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.