LIDAH BUAYA (Aloevera) SEBAGAI EDIBLE COATING PADA CABAI MERAH (Capsicum annum) DAN TOMAT (Lycopersicum esculentum)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v11i2.1847Kata Kunci:
cabai, tomat, lidah buaya, edible coating, pengawet alamiAbstrak
Cabai dan tomat merupakan komoditas hortikultura andalan, namun sifatnya perishable, sehingga perlu diupayakan untuk mempertahankan mutunya. Gel lidah buaya mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai edible coating pencegah kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel lidah buaya dalam mempertahankan mutu cabai merah dan tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2021 di Laboratorium Teknologi Pangan, Unitomo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan, suhu penyimpanan dan jenis gel, dilakukan dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah susut bobot dan sifat organoleptik selama penyimpanan hari ke 0 sampai hari ke 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis gel lidah buaya dan suhu penyimpanan berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap nilai mutu organoleptik dan susut bobot cabai selama penyimpanan. Pemberian gel lidah buaya tanpa pasteurisasi pada cabai dan tomat di suhu refrigerator menghasilkan mutu organoleptik lebih tinggi dan susut bobot terendah dibandingkan dengan gel lidah buaya dengan pasteurisasi.
Referensi
He, Q., Changhong, L., Kojo, E., & Tian, Z. (2005). Quality and safety assurance in the processing of aloe vera gel juice. Food Control, 16(2), 95–104. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2003.12.001
Jasso De RodrÃguez, D., Hernández-Castillo, D., RodrÃguez-GarcÃa, R., & Angulo-Sánchez, J. L. (2005). Antifungal activity in vitro of Aloe vera pulp and liquid fraction against plant pathogenic fungi. Industrial Crops and Products, 21(1), 81–87. https://doi.org/10.1016/j.indcrop.2004.01.002
Ni, Y., Turner, D., Yates, K. M., & Tizard, I. (2004). Isolation and characterization of structural components of Aloe vera L. leaf pulp. International Immunopharmacology, 4(14 SPEC.ISS.), 1745–1755. https://doi.org/10.1016/j.intimp.2004.07.006
Park, H. J., Chinnan, M. S., & Shewfelt, R. L. (1994). Edible Cornâ€Zein Film Coatings To Extend Storage Life Of Tomatoes. Journal of Food Processing and Preservation, 18(4), 317–331. https://doi.org/10.1111/j.1745-4549.1994.tb00255.x
Robert, H.D. 1997. Aloe vera: A scientific approach. Di dalam He et al. (eds) Quality And Safety Assurance In The Processing Of Aloe vera Gel Juice. Food Control Journal. Vol 16, pp 95-104.
Tharanathan, R. N. (2003). Biodegradable films and composite coatings: Past, present and future. Trends in Food Science and Technology, 14(3), 71–78. https://doi.org/10.1016/S0924-2244(02)00280-7
Valverde, J. M., Valero, D., MartÃnez-Romero, D., Guillén, F., Castillo, S., & Serrano, M. (2005). Novel edible coating based on Aloe vera gel to maintain table grape quality and safety. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53(20), 7807–7813. https://doi.org/10.1021/jf050962v
Yani, A. (2003). Pengendalian Cendawan Pascapanen Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai (Capsicum annum L). Prosiding Lokakarya Nasional Pengembangan Pertanian Lahan Kering. http//.litbang.deptan.go.id/pustaka/Alfi.p%0Adf.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.