PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v11i2.1833Kata Kunci:
kelapa sawit, kulit nanas, POCAbstrak
Ketersediaan tanah subur saat ini untuk media pembibitan sangat terbatas. Rendahnya ketersediaan unsur hara dapat menjadi faktor penghambat di pembibitan. Untuk proses pembibitan ini, salah satu faktor penentunya adalah pemupukan. Upaya untuk meningkatkan efektivitas, pemupukan perlu dilakukan agar pertumbuhan tanaman dapat ditingkatkan. Limbah kulit nanas yang tidak terkendalikan yang kemudian berdampak negatif yang akan mempengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan lingkungan yang terjadi adalah menjadi sumber bakteri penyakit, pencemaran udara, tanah, air, dan lebih jauh lagi terjadinya bencana ledakan gas metan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pupuk organik cair kulit nanas dan berapa dosis pupuk organik cair kulit nanas yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre nursery. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di rumah bibit, di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada bulan April – Juli 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis POC kulit nanas (A) dan terdiri dari 6 taraf, yaitu: A0 : Dosis POC kulit nanas 0 ml/L, A1 : Dosis POC kulit nanas 10 ml/L, A2 : Dosis POC kulit nanas 20 ml/L, A3 : Dosis POC kulit nanas 30 ml/L, A4 : Dosis POC kulit nanas 40 ml/L, A5 : Dosis POC kulit nanas 50 ml/L. Dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan masing masing berjumlah 5 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk organik cair kulit nanas memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap morfologi (tinggi tanaman, diameter batang, dan panjang akar) dan fisiologi (biomassa pertumbuhan) bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre nursery. Pemberian dosis 50 ml/L pupuk organik cair kulit nanas memberikan hasil terbaik terhadap parameter tinggi bibit 1-3 BST (7,06 cm, 16,70 cm dan 22, 30 cm), diameter batang 1 BST (3,48 cm), jumlah daun 1-3 BST (2,06 helai, 3,06 helai dan 4,44 helai), panjang akar (20,50 cm), dan bobot kering (2,82 cm).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.