TINGKAT KEPUASAN PETANI KOPI TERHADAP KINERJA AGEN PEMASAR NEGRI KOPI SARONGGE
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v11i1.1575Kata Kunci:
Kopi, Kepuasan, Agen Pemasar, CSI dan IPAAbstrak
Indonesia berada pada urutan ke-6 sebagai negara konsumsi kopi terbesar di dunia. Hal ini akan berbanding lurus dengan peningkatan areal perkebunan kopi dan produksi kopi. Sekitar 94,5% produksi kopi di Indonesia dipasok dari pengusaha kopi perkebunan rakyat. Tingginya minat petani untuk menanam kopi, maka dalam hal pemasarannya perlu adanya agen pemasar. : Negri Kopi Sarongge merupakan salah satu agen pemasar dari para petani kopi ceri.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji tingkat kepuasan Petani Kopi terhadap kinerja Agen Pemasar Negri Kopi Sarongge. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Analisis Deskriptif Kuantitatif, CSI dan IPA dengan jumlah responden 40 petani kopi yang memasok hasil kopinya ke Negri Kopi Sarongge. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa keuntungan dan manfaat yang diperoleh petani kopi yaitu: Membantu dalam hal pemasaran, Mendapatkan modal awal, Membantu dalam memanfaatkan hutan milik pemerintah, dan manfaat lainnya. Hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa Analisis Costumer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa petani kopi merasa sangat puas terhadap kinerja Agen pemasar Negri Kopi Sarongge dengan perolehan nilai sebesar 89,96% yang berada pada rentang 80% < CSI ≤ 100%. Sedangkan untuk analisis Importance Performance Analysis (IPA) diperoleh kesimpulan bahwa penilaian petani kopi terhadap kinerja Agen Pemasar secara keseluruhan yaitu 4.46 yang berada pada rentang 4,20-5,00 dinilai sangat penting oleh petani. adapun beberapa atribut yang dianggap sangat penting oleh petani kopi di daerah Kecamatan Pacet tetapi pelaksanaan kinerja yang dilakukan oleh Negri Kopi Sarongge masih kurang, sehingga perlu ditingkatkan lagi kinerjanyaReferensi
Abduh (2008). Dari ITB untuk Indonesia: Biorefinery Kopi. Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi Bandung. Institute Teknologi Bandung. Bandung
Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Kopi Indonesia. BPS Statistic Indonesia.
Kristanto, V. H. 2018. Metodologi Penelitian Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Malang: UB. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Listiawati, Ika. (2010). Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Lapang di BP3K Wilayah Ciawi Kabupaten Bogor.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mulyana, Mumuh. (2019). Strategi Distribusi. Universitas Terbuka. Bogor
Rangkuti, F. 2006. Measuring Costumer Satisfaction. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Rianse, Usman. (2009). Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi. Edisi kedua. CV.Alfabeta.
Ruhimat, D. (2008). Kepuasan Pelanggan. PT. Gramedia Umum. Jakarta..
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
________. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
________. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yusuf, A.M. (2014). Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Kopi Indonesia. BPS Statistic Indonesia.
Kristanto, V. H. 2018. Metodologi Penelitian Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Malang: UB. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Listiawati, Ika. (2010). Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Lapang di BP3K Wilayah Ciawi Kabupaten Bogor.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mulyana, Mumuh. (2019). Strategi Distribusi. Universitas Terbuka. Bogor
Rangkuti, F. 2006. Measuring Costumer Satisfaction. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Rianse, Usman. (2009). Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi. Edisi kedua. CV.Alfabeta.
Ruhimat, D. (2008). Kepuasan Pelanggan. PT. Gramedia Umum. Jakarta..
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
________. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
________. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yusuf, A.M. (2014). Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
Unduhan
Diterbitkan
2021-07-05
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.