PENGARUH SISTEM FERTIGASI DENGAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN PADA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annum. L)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v11i1.1574Kata Kunci:
Interaksi, Konsentrasi, Fertigasi, Pupuk Cair Limbah Ikan, CabaiAbstrak
Pemberian nutrisi terhadap tanaman merupakan suatu usaha yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk cair limbah ikan dengan sistem fertigasi terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai (Capsicum annum L). Penelitian ini dilaksanankan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2020, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan yaitu pemberian konsentrasi pupuk cair limbah ikan. Faktor I: konsentrasi pupuk cair limbah ikan: F0 = 0ml/liter F1 = 1ml/liter F2 = 5ml/liter F3= 10ml/liter F4 = 15ml/liter. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi pupuk cair limbah ikan tidak berpengaruh nyata, perlakuan terbaik pemberian pupuk cair limbah ikan ini yaitu F2 = 5ml/literReferensi
Achmad Syaifudin, Leny Mulyani, Mukhlas Ariesta. A. (2010). “Pupuk Kosarmas” Sebagai Upaya Revitalisasi Lahan Kritis Guna Meningkatkan Kualitas Dan Kuantitas Hasil Pertanian. “Pupuk Kosarmas” Sebagai Upaya Revitalisasi Lahan Kritis Guna Meningkatkan Kualitas Dan Kuantitas Hasil Pertanian, 1–11.
Anatomi, B., & Parman, S. (2007). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.). 15(2): 21–31. https://doi.org/10.14710/baf.v15i2.2569.
Hanisar, W., & Bahrum, A. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Wan Hanisar, 1–10. Retrieved from http://repository.upy.ac.id/id/eprint/122.
Hapsari, N., & Welasih, T. 2015. Pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk organik. Jurnal Teknik Lingkungan. 1(1) :1–6.
Indrawati, R., Indradewa, D., Nuryani, S., & Utami, H. (2012). Pengaruh Komposisi Media dan Kadar Nutrisi Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Pengaruh Komposisi Media Dan Kadar Nutrisi Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.). 1(3):109–119. https://doi.org/10.22146/veg.1361.
Kota-mlc, T. (2019). Belajar & diskusi tani kota-mlc #09. (September).
Kusuma, A. (2003). Morfologi Tanaman Cabai (Capsicum annum). (1):6–8. https://doi.org/10.16309/j.cnki.issn.1007-1776.2003.03.004.
Pendapatan, A., Tani, U., Pascapanen, P., & Merah, C. (2016). Analisis Pendapatan Usaha Tani dan Penanganan Pascapanen Cabai Merah. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. 30(2):66–72.
https://doi.org/10.21082/jp3.v30n2.2011.p66-72.
Ridwan, D. (2013). Model of Drip Irrigation Network with Local Material Based for Agricultural Small Land. Jurnal Irigasi. 8(2):90. https://doi.org/10.31028/ji.v8.i2.90-98.
Rienzani Supriadi, D., D. Susila, A., & Sulistyono, E. (2018). Penetapan Kebutuhan Air Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Hortikultura Indonesia. 9(1):38–46. https://doi.org/10.29244/jhi.9.1.38-46
Susilawati, Suwignyo, R. A., Munandar, & Hasmeda, M. (2012). Irigasi Tetes pada Budidaya Cabai. Jurnal Agronomi Indonesia, 40(3):196–203.
Yasin, S. M. (2016). Respon Pertumbuhan Padi (Oryza Sativa L.) Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Gamal. Jurnal Galung Tropika. 5(1):20–27.
Zahroh, F., Kusrinah, & Setyawati, S. M. (2018). Perbandingan Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah. Journal of Biology and Applied Biology Al-Hayat. 1(1):50–57. https://doi.org/10.21580/ah.v1i1.2687
Anatomi, B., & Parman, S. (2007). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.). 15(2): 21–31. https://doi.org/10.14710/baf.v15i2.2569.
Hanisar, W., & Bahrum, A. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Wan Hanisar, 1–10. Retrieved from http://repository.upy.ac.id/id/eprint/122.
Hapsari, N., & Welasih, T. 2015. Pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk organik. Jurnal Teknik Lingkungan. 1(1) :1–6.
Indrawati, R., Indradewa, D., Nuryani, S., & Utami, H. (2012). Pengaruh Komposisi Media dan Kadar Nutrisi Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Pengaruh Komposisi Media Dan Kadar Nutrisi Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.). 1(3):109–119. https://doi.org/10.22146/veg.1361.
Kota-mlc, T. (2019). Belajar & diskusi tani kota-mlc #09. (September).
Kusuma, A. (2003). Morfologi Tanaman Cabai (Capsicum annum). (1):6–8. https://doi.org/10.16309/j.cnki.issn.1007-1776.2003.03.004.
Pendapatan, A., Tani, U., Pascapanen, P., & Merah, C. (2016). Analisis Pendapatan Usaha Tani dan Penanganan Pascapanen Cabai Merah. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. 30(2):66–72.
https://doi.org/10.21082/jp3.v30n2.2011.p66-72.
Ridwan, D. (2013). Model of Drip Irrigation Network with Local Material Based for Agricultural Small Land. Jurnal Irigasi. 8(2):90. https://doi.org/10.31028/ji.v8.i2.90-98.
Rienzani Supriadi, D., D. Susila, A., & Sulistyono, E. (2018). Penetapan Kebutuhan Air Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Hortikultura Indonesia. 9(1):38–46. https://doi.org/10.29244/jhi.9.1.38-46
Susilawati, Suwignyo, R. A., Munandar, & Hasmeda, M. (2012). Irigasi Tetes pada Budidaya Cabai. Jurnal Agronomi Indonesia, 40(3):196–203.
Yasin, S. M. (2016). Respon Pertumbuhan Padi (Oryza Sativa L.) Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Gamal. Jurnal Galung Tropika. 5(1):20–27.
Zahroh, F., Kusrinah, & Setyawati, S. M. (2018). Perbandingan Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah. Journal of Biology and Applied Biology Al-Hayat. 1(1):50–57. https://doi.org/10.21580/ah.v1i1.2687
Unduhan
Diterbitkan
2021-07-05
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.