PENGARUH PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN JEPANG (Cucumis sativus L.) “ROBERTO”
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v11i1.1572Kata Kunci:
Pemangkasan, Mentimun jepang, Pertumbuhan, HasilAbstrak
Kebutuhan mentimun (Cucumis sativus L.) terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat tentang manfaat mentimun untuk kesehatan manusia. Di Indonesia, hasil mentimun jepang hibrida masih rendah karena ditanam bukan sebagai tanaman utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pemangkasan yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang varietas Roberto. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pemangkasan yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang varietas Roberto.Percobaan dilakukan dari bulan Maret 2020 sampai dengan Mei 2020 di Kampung Cibeureum Desa Wangunharja Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian tempat 1.214 m di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan sehingga terdapat 24 plot percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman, sehingga jumlah keseluruhannya 120 tanaman. Perlakukan percobaan yaitu A: tanpa pemangkasan, B: pemangkasan tunas samping, C: pemangkasan pucuk, D: pemangkasan 4 daun terbawah, E: pemangkasan 6 daun terbawah, dan F: pemangkasan 8 daun terbawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan pada tanaman mentimun jepang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, bobot buah per butir, dan bobot buah per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang batang tanaman. Pemangkasan 6 daun terbawah (E) dan pemangkasan 8 daun terbawah (F), berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang varietas RobertoReferensi
Abdoli, M, Saeidi, M, Jalali-Honarmand, S, Mansourifar, S, Ghobadi, ME & Cheghamirza, K. (2013). Effect of Source and Sink Limitation on Yield and some Agronomic Characteristics in Modern Bread Wheat Cultivars Under Post Anthesis Water Deficiency. Acta Agriculturae Slovenica. 101(2):173–182.
Aeni, S.N., R. Sitawati, dan Pasetriyani. (2019). Pengaruh Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Jepang di Dataran Tinggi Lembang. Agroscience. 9(1):26-33.
Barmin. (2006). Budidaya Tanaman Dalam Pot. Insan Cendikia, Jakarta.
Cahyono, B. (2003). Teknik dan Strategi Budidaya Mentimun. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.
Dewani, M. (2000). Pengaruh Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna tadiate L.) varietas Walet dan Wongsorejo. Jurnal Agrista. (12): 18-23.
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Fitriani, U.F, A. Suprapto, Tujiyanta. (2017). Pengaruh Macam Mulsa Organik dan Pemangkasan terhadap Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus, L.) varietas Green 51. Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika. 2 (2) : 63 – 69.
Gomez, K. A. dan A.A. Gomez. (1995). Prosedur Statistikuntuk Penelitian Pertanian. Terjemahan dari Statistical Procedures for Agriculture Research. Penerjemah: Endang Sjamsuddin danJustika S, Baharsjah, Jakarta: UI Press. 698 halaman.
Herlina, N., Fitriani, W. (2017). Pengaruh Persentase Pemangkasan Daun dan Bunga Jantan terhadap Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Biodjati. 2(2): 115-125.
Kementrian Pertanian. (2012). Buku Informasi Sayuran dan Tanaman Obat. Direktorat Jenderal Hortikultura Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat. 220 halaman.
Mastur. (2015). Sinkronisasi Source dan Sink untuk Peningkatan Produktivitas Biji pada Tanaman Jarak Pagar. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 7(1):52−68.
Moekasan, Tonny K., L. Prabaningrum, W. Adiyoga, H. de Putter. (2015). Modul Pelatihan Budidaya Cabai Merah, Tomat, dan Mentimun Berdasarkan Konsepsi Pengendalian Hama Terpadu. Balai Penelitian Tanaman Sayuran dan Proyek VegImpact.
Oosterhuis, D, Kerby, T & Hake, K. (1990). Leaf Physiology and Management, Physiology Today, Newsletter of the Cotton Physiology Education Program. National Cotton Council Technical Service.
Panggabean, F.DM., L. Mawami, dan T.C. Nissa. (2014). Respon Pertumbuhan dan Produksi Bengkuang terhadap Waktu Pemangkasan dan Jarak Tanam. Jurnal Agroekologi, (2):702-711.
Soeb, M., (2000). Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Skripsi. Fakultas Pertanian USU. Medan.
Sukmawati, St. Subaedah dan S. Numba. (2018). Pengaruh Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Berbagai Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.). Jurnal Agrotek. 2(1): 45-53.
Sumajow, A.Y.M., Rogi, J.E.X., Tumbelaka, S. (2016). Pengaruh Pemangkasan Daun Bagian Bawah terhadap Produksi Jagung Manis (Zea mays var. saccharata Sturt). ASE, 12 (1A): 65-72.
Sumpena, U. (2005). Budidaya Mentimun Intensif. Penebar Swadaya.
Susanto, S., dan E. M. Pribadi. (2004). Pengaruh Pemangkasan Cabang dan Penjarangan Bunga Jantan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Gherkin dengan Budidaya Hidroponik. Buletin Agronomi. 32 (1): 1-5.
Susiani. (2003). Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Topping terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Labu Mie (Cucurbita pepo L.). Jurnal Hortikultura. 15 (02):21-26.
Venkateswarlu, B and Visperas, RM .(1987). Source and Sink Relationships in Crop Plants. IRRI Research. Paper Series 125, 19 p.
Wang, L., Yang, X., Ren, Z., Wang, X. (2014). Regulation of Photoassimilate Distribution between Source and Sink Organs of Crops Through Light Environment Control in Greenhouses. Agricultural Sciences. 5: 250-256.
Yadi, S., L. Karimuna, dan L. Sabaruddin. (2012). Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Pupuk Organik terhadap Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Berkala Penelitian Agronomi. 1(2): 107-114.
Yulianto, D., I. Saleh dan D. Dukat. (2019). Respon Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays) terhadap Posisi dan Waktu Pemangkasan daun. Jurnal Pertanian Presisi. 3(2): 155-164.
Zamzami, K., Moch. Nawawi dan N. Aini. (2015). Pengaruh Jumlah Tanaman per Polibag dan Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Kyuri (Cucumis sativus L.). J. Produksi Tanaman. 2(2): 113-119.
Aeni, S.N., R. Sitawati, dan Pasetriyani. (2019). Pengaruh Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Jepang di Dataran Tinggi Lembang. Agroscience. 9(1):26-33.
Barmin. (2006). Budidaya Tanaman Dalam Pot. Insan Cendikia, Jakarta.
Cahyono, B. (2003). Teknik dan Strategi Budidaya Mentimun. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.
Dewani, M. (2000). Pengaruh Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna tadiate L.) varietas Walet dan Wongsorejo. Jurnal Agrista. (12): 18-23.
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Fitriani, U.F, A. Suprapto, Tujiyanta. (2017). Pengaruh Macam Mulsa Organik dan Pemangkasan terhadap Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus, L.) varietas Green 51. Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika. 2 (2) : 63 – 69.
Gomez, K. A. dan A.A. Gomez. (1995). Prosedur Statistikuntuk Penelitian Pertanian. Terjemahan dari Statistical Procedures for Agriculture Research. Penerjemah: Endang Sjamsuddin danJustika S, Baharsjah, Jakarta: UI Press. 698 halaman.
Herlina, N., Fitriani, W. (2017). Pengaruh Persentase Pemangkasan Daun dan Bunga Jantan terhadap Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Biodjati. 2(2): 115-125.
Kementrian Pertanian. (2012). Buku Informasi Sayuran dan Tanaman Obat. Direktorat Jenderal Hortikultura Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat. 220 halaman.
Mastur. (2015). Sinkronisasi Source dan Sink untuk Peningkatan Produktivitas Biji pada Tanaman Jarak Pagar. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 7(1):52−68.
Moekasan, Tonny K., L. Prabaningrum, W. Adiyoga, H. de Putter. (2015). Modul Pelatihan Budidaya Cabai Merah, Tomat, dan Mentimun Berdasarkan Konsepsi Pengendalian Hama Terpadu. Balai Penelitian Tanaman Sayuran dan Proyek VegImpact.
Oosterhuis, D, Kerby, T & Hake, K. (1990). Leaf Physiology and Management, Physiology Today, Newsletter of the Cotton Physiology Education Program. National Cotton Council Technical Service.
Panggabean, F.DM., L. Mawami, dan T.C. Nissa. (2014). Respon Pertumbuhan dan Produksi Bengkuang terhadap Waktu Pemangkasan dan Jarak Tanam. Jurnal Agroekologi, (2):702-711.
Soeb, M., (2000). Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Skripsi. Fakultas Pertanian USU. Medan.
Sukmawati, St. Subaedah dan S. Numba. (2018). Pengaruh Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Berbagai Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.). Jurnal Agrotek. 2(1): 45-53.
Sumajow, A.Y.M., Rogi, J.E.X., Tumbelaka, S. (2016). Pengaruh Pemangkasan Daun Bagian Bawah terhadap Produksi Jagung Manis (Zea mays var. saccharata Sturt). ASE, 12 (1A): 65-72.
Sumpena, U. (2005). Budidaya Mentimun Intensif. Penebar Swadaya.
Susanto, S., dan E. M. Pribadi. (2004). Pengaruh Pemangkasan Cabang dan Penjarangan Bunga Jantan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Gherkin dengan Budidaya Hidroponik. Buletin Agronomi. 32 (1): 1-5.
Susiani. (2003). Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Topping terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Labu Mie (Cucurbita pepo L.). Jurnal Hortikultura. 15 (02):21-26.
Venkateswarlu, B and Visperas, RM .(1987). Source and Sink Relationships in Crop Plants. IRRI Research. Paper Series 125, 19 p.
Wang, L., Yang, X., Ren, Z., Wang, X. (2014). Regulation of Photoassimilate Distribution between Source and Sink Organs of Crops Through Light Environment Control in Greenhouses. Agricultural Sciences. 5: 250-256.
Yadi, S., L. Karimuna, dan L. Sabaruddin. (2012). Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Pupuk Organik terhadap Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Berkala Penelitian Agronomi. 1(2): 107-114.
Yulianto, D., I. Saleh dan D. Dukat. (2019). Respon Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays) terhadap Posisi dan Waktu Pemangkasan daun. Jurnal Pertanian Presisi. 3(2): 155-164.
Zamzami, K., Moch. Nawawi dan N. Aini. (2015). Pengaruh Jumlah Tanaman per Polibag dan Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Kyuri (Cucumis sativus L.). J. Produksi Tanaman. 2(2): 113-119.
Unduhan
Diterbitkan
2021-07-05
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.