PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PADI PANDANWANGI
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v7i2.155Abstrak
Pandanwangi adalah padi khas Cianjur yang berasal dari padi bulu varietas lokal yang merupakan salah satu produk unggulan lokal Kabupaten Cianjur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari berbagai media simpan terhadap viabilitas dan vigor benih padi pandanwangi. Penelitian ini dilakukan di lahan milik Gabungan Kelompok Tani Organik dan Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C), bulan Oktober sampai bulan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan x 3 ulangan. Perlakuannya adalah berbagai media penyimpanan benih, yaitu karung goni (M1), karung plastik (M2), kantong plastik (M3), dan alumunium foil (M4). Benih padi disimpan selama dua bulan di dalam media peyimpanan tersebut. Pengujian viabilitas dan vigor dilakukan pada media substrat kertas dan media tanah sawah bekas penanaman padi pandanwangi. Hasil penelitian menunjukkan media simpan alumunium foil (M4) mempunyai berpengaruh nyata terhadap semua parameter uji viabilitas dan vigor benih padi pandanwangi, diikuti oleh media kantong plastik (M3). Sedangkan media karung goni (M1) dan karung plastik (M2) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter uji viabilitas dan vigor benih padi pandanwangi.Referensi
Apriyani, S.N., 2014. Pengembangan Metode Uji Kadar Air Benih Pala (Myristica spp.). Institut Pertanian Bogor. Bogor (ID). Skripsi.
Arief, R., S. Syamu’un dan S. Saenong. 2004. Evaluasi mutu fisik dan fisiologi benih jagung CV. Lamuru dari ukuran biji dan umur simpan yang berbeda. Jurnal Sains dan Teknologi, 4(2): 54-64
Ben DC, Lieu B, Liem PV, Dao NT, M. Gummert and Rickman JF. 2006. Effect of hermetic storage in the super bag on seed quality and milled rice quality of different varieties. Bac Lieu, Vietnam. (CVN). Agricult Eng J . 55-56
Balai Perbenihan Tanaman Hutan. 2000. Petunjuk Teknis Perlakuan Pendahuluan Benih Tanaman Hutan Sebelum Dikecambahkan atau Disemai. Banjarbaru. (ID).
Badan Standardisasi Nasional. 2003. Benih Padi – Benih Dasar. SNI 01-6233.2-2003. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. (ID).
Danuarti, 2005. Uji Cekaman Kekeringan Pada Tanaman. Ilmu Pertanian Vol. 11 No.1.
Dinas Pertanian. 2012. Kandungan Zat Gizi Padi Pandanwangi Cianjur. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan HortikuLtura Kabupaten Cianjur (ID).
Direktorat Perbenihan. 2001 Pedoman uji adaptasi dan observasi dalam rangka pelepasan tanaman pangan. Direktorat Perbenihan, Direktorat Jendral Bina Produksi Tanaman Pangan, Jakarta. (ID). 16 p.
Hendarto, K., (2005). Dasar-dasar Teknologi dan Sertifikasi Benih Yogyakarta. (ID). Andi Offset.
International Rice Research Institute.. 2006. Safe Storage Conditions for Grain. www.knowledgebank.irri.org., diakses tanggal 13 November 2017.
Internasional Seed Testing Association. 2006. International Rules for Seed Testing: Edition 2006. The International Seed Testing Association. Switzerland (CH): ISTA.
Justice OL , Bass LN. 1979. Prinsip dan praktek penyimpanan benih (Terjemahan). PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. (ID). pp. 219 – 273.
Kartasapoetra AG. 1988. Pengantar Ekonomi Produksi Pertanian. Jakarta. (ID). PT Bina Aksara. Kuswanto, H., 2003. Teknologi Pemrosesan, Pengemasan & Penyimpanan Benih. Kanisius. Jakarta. (ID).
Lubis S, Sudaryono, Nugraha S dan Rachmat R. 2005. Efek Teknologi Penyimpanan Hermetik Terhadap Mutu Gabah. Prosd. Seminar Nasional Teknologi
Inovatif Pascapanen Untuk Pengembangan Industri Berbasis Pertanian. Bogor (ID). 7-8 September 2005. Balai Besar Pascapanen Pertanian. McDonald, M.B. and Copeland, L.O., 1997. Evolution of the Seed Industry. In Seed Production (pp. 136-147). Springer. (US).
Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur. 2015. Produksi Beras Pandanwangi Cianjur. Kabupaten Cianjur. (ID). Novitasari, E. and Ernawati, R., 2017. Uji Daya Tumbuh Benih Padi Lewat Masa Simpan. PROSIDING SEMNAS Teknologi Pertanian. Politeknik Lampung. (ID).
Nugraha S., Sudaryono dan S. Lubis. 2005. Pengaruh Kemasan Terhadap Kandungan Oksigen (oxygen level) dan Perubahan Kualitas Gabah/Beras. Prosd. Seminar Nasional Teknologi Inovatif Pascapanen untuk Pengembangan Industri Berbasis Pertanian. Bogor, 7-8 September 2005. Balai Besar Pascapanen Pertanian. Bogor. (ID).
Qomara, W. 2003. Pengantar Produksi Benih. Fakultas Pertanian IPB. Bogor. (ID).
Rickman, J.F. dan M. Gummert. 2006. Penyimpanan Gabah/Benih Karung Super (Super Bag) IRRI. Disadur oleh Bawolye J. dan M. Syam. www.knowledgebank. irri.org., diakses tanggal 13 November 2017.
Robi’in. 2007. Perbedaan bahan kemasan dan periode simpan dan pengaruhnyaterhadap kadar air benih jagung dalam ruang simpan terbuka. Buletin Teknik Pertanian, 12(1)81-91. Roslim, D.I., Miftahudin, M., Suharsono, U., Aswidinnoor, H. and Hartana, A., 2010. Karakter root re-growth sebagai parameter toleransi aluminium pada tanaman padi. Jurnal Natur Indonesia, 13(1).
Sadjad, S. 1972. Kertas merang untuk uji viabilitas benih di Indonesia. Beberapa penemuan dalam bidang teknologi benih (Disertasi). Institut Pertanian Bogor .(ID). Bogor.
Sadjad, S. 1997. Membangun Industri Benih datam Era Agribisnis Indonesia. Garsindo. Jakarta (ID)
.Sunarto. 2001. Toleransi kedelai terhadap tanah salin. Bul. Agron. 29 (1): 27–30.
Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali. Jakarta. (ID).
Yani, A. 2008. Analisis indeks kerusakan penyimpanan benih padi dalam menunjang ketahanan pangan di provinsi lampung. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi II-2008. Universitas Lampung, 17-18 November 2008
Arief, R., S. Syamu’un dan S. Saenong. 2004. Evaluasi mutu fisik dan fisiologi benih jagung CV. Lamuru dari ukuran biji dan umur simpan yang berbeda. Jurnal Sains dan Teknologi, 4(2): 54-64
Ben DC, Lieu B, Liem PV, Dao NT, M. Gummert and Rickman JF. 2006. Effect of hermetic storage in the super bag on seed quality and milled rice quality of different varieties. Bac Lieu, Vietnam. (CVN). Agricult Eng J . 55-56
Balai Perbenihan Tanaman Hutan. 2000. Petunjuk Teknis Perlakuan Pendahuluan Benih Tanaman Hutan Sebelum Dikecambahkan atau Disemai. Banjarbaru. (ID).
Badan Standardisasi Nasional. 2003. Benih Padi – Benih Dasar. SNI 01-6233.2-2003. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. (ID).
Danuarti, 2005. Uji Cekaman Kekeringan Pada Tanaman. Ilmu Pertanian Vol. 11 No.1.
Dinas Pertanian. 2012. Kandungan Zat Gizi Padi Pandanwangi Cianjur. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan HortikuLtura Kabupaten Cianjur (ID).
Direktorat Perbenihan. 2001 Pedoman uji adaptasi dan observasi dalam rangka pelepasan tanaman pangan. Direktorat Perbenihan, Direktorat Jendral Bina Produksi Tanaman Pangan, Jakarta. (ID). 16 p.
Hendarto, K., (2005). Dasar-dasar Teknologi dan Sertifikasi Benih Yogyakarta. (ID). Andi Offset.
International Rice Research Institute.. 2006. Safe Storage Conditions for Grain. www.knowledgebank.irri.org., diakses tanggal 13 November 2017.
Internasional Seed Testing Association. 2006. International Rules for Seed Testing: Edition 2006. The International Seed Testing Association. Switzerland (CH): ISTA.
Justice OL , Bass LN. 1979. Prinsip dan praktek penyimpanan benih (Terjemahan). PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. (ID). pp. 219 – 273.
Kartasapoetra AG. 1988. Pengantar Ekonomi Produksi Pertanian. Jakarta. (ID). PT Bina Aksara. Kuswanto, H., 2003. Teknologi Pemrosesan, Pengemasan & Penyimpanan Benih. Kanisius. Jakarta. (ID).
Lubis S, Sudaryono, Nugraha S dan Rachmat R. 2005. Efek Teknologi Penyimpanan Hermetik Terhadap Mutu Gabah. Prosd. Seminar Nasional Teknologi
Inovatif Pascapanen Untuk Pengembangan Industri Berbasis Pertanian. Bogor (ID). 7-8 September 2005. Balai Besar Pascapanen Pertanian. McDonald, M.B. and Copeland, L.O., 1997. Evolution of the Seed Industry. In Seed Production (pp. 136-147). Springer. (US).
Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur. 2015. Produksi Beras Pandanwangi Cianjur. Kabupaten Cianjur. (ID). Novitasari, E. and Ernawati, R., 2017. Uji Daya Tumbuh Benih Padi Lewat Masa Simpan. PROSIDING SEMNAS Teknologi Pertanian. Politeknik Lampung. (ID).
Nugraha S., Sudaryono dan S. Lubis. 2005. Pengaruh Kemasan Terhadap Kandungan Oksigen (oxygen level) dan Perubahan Kualitas Gabah/Beras. Prosd. Seminar Nasional Teknologi Inovatif Pascapanen untuk Pengembangan Industri Berbasis Pertanian. Bogor, 7-8 September 2005. Balai Besar Pascapanen Pertanian. Bogor. (ID).
Qomara, W. 2003. Pengantar Produksi Benih. Fakultas Pertanian IPB. Bogor. (ID).
Rickman, J.F. dan M. Gummert. 2006. Penyimpanan Gabah/Benih Karung Super (Super Bag) IRRI. Disadur oleh Bawolye J. dan M. Syam. www.knowledgebank. irri.org., diakses tanggal 13 November 2017.
Robi’in. 2007. Perbedaan bahan kemasan dan periode simpan dan pengaruhnyaterhadap kadar air benih jagung dalam ruang simpan terbuka. Buletin Teknik Pertanian, 12(1)81-91. Roslim, D.I., Miftahudin, M., Suharsono, U., Aswidinnoor, H. and Hartana, A., 2010. Karakter root re-growth sebagai parameter toleransi aluminium pada tanaman padi. Jurnal Natur Indonesia, 13(1).
Sadjad, S. 1972. Kertas merang untuk uji viabilitas benih di Indonesia. Beberapa penemuan dalam bidang teknologi benih (Disertasi). Institut Pertanian Bogor .(ID). Bogor.
Sadjad, S. 1997. Membangun Industri Benih datam Era Agribisnis Indonesia. Garsindo. Jakarta (ID)
.Sunarto. 2001. Toleransi kedelai terhadap tanah salin. Bul. Agron. 29 (1): 27–30.
Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali. Jakarta. (ID).
Yani, A. 2008. Analisis indeks kerusakan penyimpanan benih padi dalam menunjang ketahanan pangan di provinsi lampung. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi II-2008. Universitas Lampung, 17-18 November 2008
Unduhan
Diterbitkan
2017-12-08
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.