KOMBINASI PERLAKUAN PUPUK HAYATI CAIR DAN PUPUK KIMIA DALAM MEMACU PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v5i2.109Abstrak
Salah satu upaya yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman mentimun adalah dengan
memanfaatkan pupuk organik dan pupuk hayati, baik dari limbah peternakan maupun dalam bentuk inokulan yang
berasal dari daerah Rhizosphere. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon
pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap pemberian kombinasi pupuk hayati cair dan pupuk kimia. P
enelitian dilaksanakan di kebun percobaan PHPT Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat Bojongpic
ung Cianjur, lokasi tersebut memiliki temperatur 28-33ºC dengan ketinggian tempat 289 mdpl. Waktu penelitian dimulai dari bulan April
sampai dengan bulan Mei Tahun 2015. Dengan menggunakan
Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 k
elompok. Perlakuan tersebut yaitu : A 100 % (pupuk kimia), B (75 % pupuk kimia + 100 % pupuk hayati cair), C (50 % pupuk kimia + 100 % pupuk hayati cair), D (25 % pupuk kimia + 100 % pupuk
hayati cair), E (100 % pupuk hayati cair), F (Tanpa pemberian pupuk kimia + pupuk hayati cair (Kontrol)).
Pengamatan mulai dilakukan 1 minggu setelah tanam (selama 4 minggu). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan
B dan D memberikan respon yang baik untuk tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, bobot buah segar mentimun.
Referensi
Indonesia 2013. http://www.bps.go.id di
akses tanggal 25 Desember 2014
Harjadi, S. S., 1979, Pengantar Agronomi, PT.
Gramedia, Jakarta.
Khotimah, N. 2007. Budi Daya Tanaman Pangan,
Karya Mandiri Nusantara. Jakarta Barat.
Hal, 141-145.
Ladha, J.K. and P.M. Reddy. 1995. Extension of
nitrogen fixation to rice: necessity and
possibilities. Geo Journal. 35:363-372.
Lingga, 1991. Aneka Jenis Tanam dan
Pengunaannya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lingga, P. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk.
Penebar Swadaya. Jakarta.
Maspary, 2008. Pupuk organik.
http://isroi.wordpress.com/2008/02/2
6/pupuk-organik-…an-pupuk-kimia/.
Sinar Baru Algesindo. Bandung.
OISCA, 2008. Panduan Pertanian Alamiah.
Jurnal.
Puspitasari, D., 2010, Bakteri Pelarut Fosfat
Sebagai Biofertilizer Pada Pertumbuhan dan
Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.),
skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Sains
dan Teknologi Universitas Airlangga.
Rahardi, 1999. Analisis Pertumbuhan Tanaman.
Unipersitas Gajah Mada Press.
Yogyakarta.
Rasyid,Y.D. 2014. Pengaruh pemberian pupuk
hayati (Biofertilizer) terhadap pertumbuhan
dan hasil tanaman Caisim (Brassisca chinensis
L) Skripsi. Universitas Suryakancana
Cianjur.
Royani. 2014. respon pertumbuhan dan produksi
tanaman cabai merah (Capsicum annum L.)
terhadap pemberian PGPR (Plant Growth
Promoting Rhizobakteri) dari akar bambu
dan urine kelinci. Skripsi. Universitas
Suryakancana Cianjur.
Sitompul, S. M., Bambang G., 1995, Analisis
Pertumbuhan Tanaman, Gadjah Mada
University Press, Bulaksumur,
Yogyakarta.
Sugito, J. 1992. Sayur Komersial. Penebar
Swadaya. Jakarta. Hal, 106-112. Schroth
& Weinhold 1986.
Sumpena, U. 2001. Budidaya Mentimun Intensif
dengan Mulsa Secara Tumpang Gilir.
Penebar Swadaya. Jakarta. Hal, 1-46.
Suwahyono, U., 2011, Petunjuk Praktis
Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif
dan Efisien, Penebar Swadaya, Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.