Pemanfaatan MOL keong mas dan pupuk organik untuk peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi 7 PEMANFAATAN MOL (Mikroorganisme Lokal) KEONG EMAS (Pomoceae canaliculata) DAN PUPUK ORGANIK UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica rapa L.)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v5i2.107Abstrak
Untuk meningkatkan produksi sayuran, diperlukan beberapa usaha antara lain, dengan perbaikan teknik bercocok
tanam, penggunaan varietas yang cocok, pemeliharaan tanaman yang intensif dan usaha-usaha dalam perbaikan tingkat
kesuburan tanah ( Sudjijo, 1994). Untuk mendapatkan hasil sayuran sawi pakcoy (Brassica rapa L.) yang bebas residu
pestisida, sehingga aman bagi konsumen maka dilakukan dengan budidaya secara organik. Salah satu bahan organik
yang dapat mempercepat proses penyuburan tanah adalah pupuk organik cair dan MOL (Mikroorganisme Lokal) keong
emas. Maka perlu dilakukan penelitian tentang respon pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pakcoy terhadap
konsentrasi pupuk organik cair dan MOL (Mikroorganisme Lokal) keong emas.
Rancangan percobaan yang digunakan
pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan dengan 5 ulangan yang
terdiri dari 3 polybag (berisi 1 tanaman). Parameter penelitian meliput tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan
panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pertumbuhan dan produksi tanaman sawi yang terbaik pada
perlakuan pemberian MOL Keong Emas dengan konsentrasi 450 ml yang berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya,
yang meliputi parameter pertumbuhan rata-
rata tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar serta bobot segar. Dengan
perolehan nilai rata-rata pada setiap parameter yaitu tinggi tanaman sawi pakcoy 15.86 cm, jumlah daun 14,3 helai,
panjang akar tanaman sawi pakcoy 88,47 cm, dan bobot segar tanaman sawi pokcoy dengan perolehan nilai rata-rata 347,53 g.
Referensi
nas, I. 2003. Penuntun Praktikum Biologi Tanah. Institut Pertanian Bogor.
Dhon
a. 2011. Manfaat Pupuk NPK.
http://scribd.com/doc/15188792/buah-
dan-pupuk-manfaat-pupuk-NPK
. Diakses 29 Januari 2015.
E
ndang. 2007. Pengaruh Takaran Pupuk Organik dan Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan Vegetatif Mentimun (Cucumis sativus L.). Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
I
smunandji, M., dkk. 1991. Fosfor, Peranan dan Penggunaannya dalam Bidang Pertanian, Ke
rjasama PT. Petrokimia Gresik (P
ersero) dengan Balai Penelitian Tanaman Pangan. Gresik.
L
estari, M.A. 2008. Pengaruh Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Beberapa Sa
yuran Indigenous. Skripsi. Institut
Pertanian Bogor.
M
aulana, A. 2009. Peranan Unsur Nitrogen bagi Tanaman. http://worldplant.multiply.com/journal/item/13/peranan-nitrogen-terhadap-tanaman. Diakses pada tanggal 20 Januari 2015.
Po
erwowidodo. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa Bandung. Pur
wasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal sebagai Pemicu Siklus Kehidupan dalam
Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional
Teknik Kimia Indonesia – SNTKI. Bandung.
Rianto, 2009. Cara Menanam Sawi. http://tips-
cara-menanam-sawi.htm. Diakses pada tanggal 1 Desember 2014.
Sapito, A. 2010. Pengaruh Pupuk Organik pada
Tanah Gambut terhadap Produksi
Tanaman Cabai Merah. Skripsi. Universitas Riau.
Sudjijo. 1994. Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Wortel. Jurnal Holtikultura.
Suhastyo. A.A. 2011. Studi Mikrobiologi dan
Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal (MOL) yang digunakan pada Budidaya
Padi Metode SRI (System Of Rice Intensification).
Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Sukisno. 2011. Materi Pelatihan Pupuk dan Tanaman serat Cara Pembuatan Pupuk Organik PNPM Mandiri Perkotaan Desa
Sukaoharjo Kec. Pacitan tahun 2010.
http://tizna.student.fkip.us.ac.id/pnpm-
mandiri-perkotaan-desa-sukoharjo-kec-
pacitan. Diakses pada tanggal 29 Desember 2014.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.