PREFERENSI REMAJA DAN ANAK-ANAK TERHADAP TAUCO CIANJUR
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v5i1.590Keywords:
variabel rasa, variabel pengetahuan, variabel frekuensi konsumsi dan minat konsumsiAbstract
Tauco merupakan makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari bahan utama kedelai dan bahan lainnya yang diolah memalui proses fermentasi kapang dan fermentasi garam. Di Cianjur terdapat kurang lebih sembilan perusahaan yang
salah satunya sudah beroperasi selama 46 tahun dan terus menunjukan eksistensinya sebagai produsen tauco di kota Cianjur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi remaja, remaja muda dan anak-anak dalam mengkonsumsi tauco di Cianjur. Penelitian ini menggunakan empat variabel yang berkaitan dengan tauco diantaranya variabel rasa, variabel pengetahuan, variabel frekuensi konsumsi dan minat konsumsi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah teknik uji organoleptic. Data dikumpulkan dengan teknik Stratified Sampling. Responden yang terlibat sebanyak 106 orang, terdiri dari siswa dari jenjang sekolah SMK, SMP, dan SD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsumen usia remaja (siswa SMK), untuk variabel rasa lebih menyukai rasamanis, untuk variabel pengetahuan secara garis besar mereka “tahu”, sedangkan untuk variabel frekuensi konsumsi
menunjukan kategori “jarang”; (2) konsumen usia remaja muda (siswa SMP),
untuk variabel rasa lebih menyukai rasa gurih, untuk variabel pengetahuan secara garis besar “tahu”, sedangkan untuk variabel frekuensi konsumsi menunjukan “jarang”; (3) Konsumen usia anak-anak (tingkat SD), untuk variabel rasa lebih menyukai rasa gurih, untuk variabel pengetahuan secara garis besar “tahu”, sedangkan untuk variabel frekuensi konsumsi menunjukan “jarang”. Berdasarkan hasil penelitian ini, preferensi konsumsi tauco terancam hilang karena umumnya responden “jarang”mengkonsumsi tauco. Akan tetapi dilihat dari segi pengetahuan masih ada harapan untuk untuk melestarikan auco
karena fakta menunjukkan bahwa kalangan remaja, remaja muda dan anak-anak memiliki pengetahuan akan keberadaan tauco. Agar dapat merubah pola konsumsi “jarang” menjadi “sering”, maka kepada industri tauco disarankan agar mereka tidak hanya memasok ke toko-toko manisan tetapi juga memasok ke warung-warung yang berada di sekitar lingkungan masyarakat sehingga pembeli mudah mendapatkan tauco tersebut.
References
Kotler, Philip. 1994. Marketing Management, Analysis, Planning, Implementation and Control. Eigth Edition. Prentice Hall International, Inc. Upper Saddle River. New Jersey. USA.
Wiguna, Moh. Erwin. 2006. Uji Organoleptik. Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Fakultas Pertanian Suryakancana Cianjur. Tidak dipublikasikan.
Yayuk Farida Baliwati, dkk. 2004. Pengantar Pangan Dan Gizi. Penebar Swadaya. Jakarta
Downloads
Published
Issue
Section
License
The copyright of the recaived article shail be assignet to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the plublishing rights to the published articles.
Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the journal. Authors are allowed to use their article for any legal purposes deemed necessary without written permission form the journal with an acknowledgment of initial publication to this journal
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
