UJI EFEKTIVITAS WAKTU APLIKASI Trichoderma sp. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI (Capsicum Frutescens L)

Authors

  • Dela Febriana Universitas Borobudur
  • Sunar Sunar Universitas Borobudur
  • Harlina Kusuma Tuti Universitas Borobudur

DOI:

https://doi.org/10.35194/agsci.v14i2.4249

Keywords:

Cabai Rawit, Fusarium, Trichoderma sp.

Abstract

Cabai rawit ( Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Cabai memiliki banyak manfaat bagi manusia karena cabai kaya akan protein, lipid, karbohidrat, serat, garam mineral (Ca, P, Fe) dan vitamin A, D3, E, C, K, B2, B12 serta berfungsi sebagai antioksidan. Namun terjadi penurunan produktivitas tanaman cabai disebabkan adanya serangan penyakit tanaman berupa Layu Fusarium. Penanganan penyakit lay fusarium dapat dilakukan dengan menggunakan Trichoderama sp., namun masih kurang efektif karena beberapa hal salah satunya adalah waktu yang tepat untuk pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu aplikasi Trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai. Penelitian dilakukan dengan membandingkan waktu aplikasi pada 7 hari sebelum tanam, saat tanam, dan 7 hari setelah tanam, aplikasi dilakukan pada tanaman yang telah terinfeksi patogen Fusarium oxysporum dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Hasil penelitian berupa adanya interaksi antara waktu aplikasi Trichoderma sp. dengan jamur patogen Fusarium oxyporum pada tanaman cabai, waktu aplikasi Trichoderma sp. terbaik untuk mengendalikan patogen Fusarium oxysporum terdapat pada saat 7 hari sebelum tanam dengan persentase kelayuan 5.98% dan pada saat tanam dengan persentase kelayuan 6.96%. Waktu aplikasi Trichoderma sp. mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta produktivitas tanaman cabai.

References

Alfizar, Marlina dan Hasanah. (2011). Upaya Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum Dengan Pemanfaatan Agen Hayati Cendawan FMA dan Trichoderma harzianum. Jurnal Floratek, 6(1): 8-17.
Andayani, S. R. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Cabai Merah. Fakultas Pertanian Universitas Majalengka. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 1(3):261-267.
Badan Pusat Statistik. Statistik Tanaman Sayuran (2022). [internet]. [diakses Minggu, 18 Juni 2023]. Tersedia di https://www.bps.go.id/indicator/55/61/2/ produksi-tanaman-sayuran.html.
Cahyani, K. I., Sudana, I. M dan Wijayana, G. (2021). Pengaruh Jenis Trichoderma spp. terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Keberadaan Penyakit Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Agrotop : Journal on Agriculture Science, 11(1):40-49.
Contreras-Cornejo H. A., Macias-Rodriguez L., Cortes-Penagos C and Lopez-Bucio J. (2009). Trichoderma Virens, a Plant Beneficial Fungus, Enhances Biomass Production and Promotes Lateral Root Growth Through an Auxin-Dependent Mechanism in Arabidopsis. Plant Physiology, 149(3):1579–1592.
Doehlemann, G., Okmen, B., Zhu, W and Sharon, A. (2017). Plant Pathogenic Fungi. Microbiology Spectrum: American Society for Microbiology Press. 5( 1):1-23.
Erwin R.A. Z. (2019). Efektivitas Pemanfaatan Trichoderma sp. dalam Pengendalian Fusarium sp. pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa). Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Medan Area.
Fisher, M.C., Gurr, S.J., Cuomo, C.A., Blehert, D.S., Jin, H., Stukenbrock, E.H., Stajich, J.E.; Kahmann, R.., Boone, C and Denning, D.W. (2020). Threats Posed by the Fungal Kingdom to Humans, Wildlife, and Agriculture. mBio, 11 (3): 449-20.
Hardianti, A., R., Yuni, S., R dan Mahanani, T., A. (2014). Efektivitas Waktu Pemberian Trichoderma harzianum dalam Mengatasi Serangan Layu Fusarium pada Tanaman Tomat Varietas Ratna. Lentera Bio, 3(1):21-25.
Kardinan, A. (2002). Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mareza, E., K. Agustina, Yursida dan M. Syukur. (2021). Keragaan Agronomi Cabai Keriting (Capsicum annum L.) IPB di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. J. Agron Indonesia, 49(2): 169–176.
Oematan, S. S., Yosefina R. Y., Antonius S. S. N dan Huki, C. F. F. H. (2022). Pengaruh Komposisi Media Tanam (Perbandingan Tanah, Pupuk Kandang, dan Arang Sekam) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir). Jurnal Wana Lestari. 4 (2):314-322.
Oktavia, N., D., Anita, D., M., dan Rahayu, S., P. (2015). Penggunaan Pestisida dan Kandungan Residu pada Tanah dan Buah Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) (Studi di Kelompok Tani Subur Jaya Desa Mojosari Kecamatan Puger Kabupaten Jember). Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa. Universitas Jember, Hal. 1-9
Panchalingam, H., Powell, D., Adra, C., Foster, K., Tomlin, R., dan Quigley, B. L. . (2022). Assessing the Various Antagonistic Mechanisms of Trichoderma Strains Against the Brown Root Rot Pathogen Pyrrhoderma Noxium Infecting Heritage Fig Trees. Journal of Fungi. 8(10) :1-25
Peng, Y.; Li, S.J. Yan, J. Tang, Y. Cheng, J.P. Gao, A.J. Yao, X. Ruan, J.J. and Xu, B.L. (2021). Research Progress on Phytopathogenic Fungi and Their Role as Biocontrol Agents. Frontiers in Microbiology, 12(1):1-13
Pescador, L., Fernandez, I., Pozo, M. J., Romero-Puertas, M. C., Pieterse, C., dan Martínez- Medina, A. (2022). Nitric Oxide Signalling in Roots is Required for MYB72- Dependent Systemic Resistance Induced by Trichoderma Volatile Compounds in Arabidopsis. Journal of Experimental Botany, 73 (2):584–595.
Sulistyo K. A. (2017). Karakterisasi Fisiologi dan Identifikasi Molekular Isolat Khamir serta Uji Potensi Antagonisnya terhadap Patogen Penyebab Penyakit Layu Fusarium (Fusarium sp.). Skripsi. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.
Sutrisni, R dan Widodo. (2012). Keragaman Fusarium pada Rizosfer Tanaman Kacang Panjang dan Peranannya bagi Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Fitopatologi, 8(5):128-137.
Tuti, H. K.., Dadang dan Ratna, E.S. (2019). Aktivitas Ekstrak Averrhoa bilimbi, Annona squamosa, dan Tithonia diversifolia terhadap Mortalitas dan Penghambatan Pertumbuhan Larva Crocidolomia pavonana (Lepidoptera: Crambidae). Jurnal Hortukultura Indonesia, 10(1):46-54.
Wijaya, I., Oktarina. dan Virdanuriza, M. (2011). Pembiakan Massal Fungi Trichoderma sp pada Beberapa Media Tumbuh Sebagai Agen Hayati Pengendalian Penyakit Tanaman. Agritrop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 10(1):1-10.
Wulandari R., Fadilla L., Rezky S.P., Linda A., Junaidi, dan Priyanti. (2022). Isolasi Jamur Trichoderma spp. Pengendali Penyakit Tanaman dari Rizosfir Padi (Oryza sativa). Prosiding Semnas Bio 2022, Hal. 616-622. UIn Syarif Hidayatullah Jakarta.
Xu, H., Yan, L., Zhang, M., Chang, X., Zhu, D. and Wei, D. (2022). Changes in the Density and Composition of Rhizosphere Pathogenic Fusarium and Beneficial Trichoderma Contributing to Reduced Root Rot of Intercropped Soybean. Pathogens. 11(4):1-16.

Published

2024-12-07

Issue

Section

Articles