TEORI RASIONALITAS DALAM PANDANGAN ILMU EKONOMI ISLAM

Herlan Firmansyah

Abstract


ABSTRAK

Pandangan tentang konsep rasionalitas memiliki konsekuensi terhadap perilaku manusia dalam melakukan tindakan ekonomi dan tujuan-tujuan hidupnya. Rasionalitas ekonomi yang dibangun oleh konsepsi homo economicus sebagaimana dikembangkan dalam ekonomi kapitalis dan sosialis berbeda dengan rasionalitas ekonomi yang dibangun oleh konsepsi homo islamicus sebagaimana dikembangkan dalam ekonomi Islam. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk menganalisis teori rasionalitas dalam perspektif ekonomi Islam. Kesimpulan dari artikel ini yaitu banyak ekonom Muslim yang tidak puas dengan konsep homo economicus sebagai model dasar perilaku ekonomi manusia. Karena itulah, ekonom Muslim pun menggantinya dengan konsepsi homo islamicus sebagai model dasar perilaku ekonomi yang sesuai dengan fitrah hakiki manusia. Istilah  homo islamicus mengacu kepada perilaku individu yang dibimbing oleh nilai-nilai Islam. Rasonalitas yang dibangun oleh konsepsi homo islamicus berpandangan bahwa segenap tindakan ekonomi tidak hanya menuruti hasrat-hasrat alamiah manusia tetapi harus didasarkan kepada kebenaran dan kebajikan. Jalan untuk mencapai rasionalitas ini tidak lain adalah mensubordinatkan motif, pikiran, orientasi, kehendak dan perilau ekonomi kepada aturan dan moralitas yang ditentukan oleh syariat Islam.

 

ABSTRACT

The view of the concept of rationality has consequences for human behaviour in carrying out economic actions and life goals. The economic rationality built by the conception of homo economicus as developed in a capitalist and socialist economy is different from the economic rationality built by the conception of homo islamicus as developed in Islamic economics. The purpose of this article is to analyze the rationality theory from an Islamic economic perspective. The conclusion of this article is that many Muslim economists are dissatisfied with the concept of homo economicus as a basic model of human economic behaviour. For this reason, Muslim economists also replaced it with the conception of homo islamicus as a basic model of economic behaviour in accordance with human nature. The term homo islamicus refers to individual behaviour that is guided by Islamic values. The rationality built by the conception of homo Islamic holds that all economic activity does not only comply with natural human desires but must be based on truth and virtue. The way to achieve this rationality is none other than subordinating economic motives, thoughts, orientation, will and behaviour to the rules and morality determined by Islamic law. 

 


Keywords


Rasionalitas; Aksioma; Homo Economicus; Homo Islamicus; Mashlahah; Halal; Thayib Things; Rationality; Axioms, Homo Economicus; Homo Islamicus; Mashlahah; Halal; Thayib Things.

Full Text:

PDF

References


Azis, Abdul. 2008. Ekonomi Islam: Analiss Mikro & Makro. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hoetomo Arif. 2007. Ekonomi Islam: Pengantar Analisis Kesejarahan dan Metodologi. Malang: BPFE UNIBRAW Malang.

Husaeni, U.A. (2018). Law on fee (Ujrah) in gratuitous contract: Study on national sharia board-Indonesian council of ulamā fatwa. Journal of Shariah Law Research, 3(1), 125-138.

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) UII dan BI. Ekonomi Islam (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2012).

Karim Adiwarman A. 2011. Ekonomi Mikro Islami. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

M. Nurianto AL Arif dan Euis Amalia. 2010. Teori Ekonomi Mikroekonomi: Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana.




DOI: https://doi.org/10.35194/eeki.v1i1.1136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

El-Ecosy : Jurnal Study Ekonomi Syariah INDEXED BY :

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.