PENGARUH BERBAGAI WARNA CAHAYA LAMPU NEON TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) PADA SISTEM HIDROPONIK INDOOR

Melissa Syamsiah, Irpan Maulana Sihab, Angga Adriana Imansyah

Abstract


Cahaya berperan penting dalam fotosintesis, tanpa adanya cahaya yang cukup tanaman tidak dapat menyimpan cukup cadangan energi sehingga dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman dan proses fotosintesis. Penggunaan lampu untuk bercocok tanam secara hidroponik dapat dilakukan di Greenhouse atau di dalam ruangan yang tidak terkena cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna apa yang memberikan pengaruh lebih baik pada pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) pada sistem hidroponik dalam ruangan (Indoor). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan terdapat 5 perlakuan dengan 5 ulangan untuk setiap perlakuannya. A1 (sinar matahari/kontrol), A2 (cahaya warna merah), A3 (cahaya warna biru), A4 (cahaya warna kuning) dan A5 (cahaya warna putih). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A5 merupakan perlakuan pemberian warna lampu terbaik dalam pertumbuhan tanaman sawi hijau seperti tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan berat basah tanaman. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan A1, perlakuan A5 masih belum layak untuk dijadikan sebagai pengganti cahaya alternatif. Apabila dibandingkan dengan perlakuan A1, perlakuan A5 memiliki nilai tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan berat basah tanaman yang lebih kecil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian warna lampu neon masih kurang optimal dalam pertumbuhan tanaman sawi hijau.

Keywords


Hidroponik Indoor, Cahaya Lampu, Sawi Hijau

Full Text:

PDF

References


Agustin, R. (2019). Pengaruh Komposisi Media Dan Nutrisi Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Selada Hijau (Lactuca sativa var L.).

Baur, S., Klaiber, R. G., Koblo, A., & Carle, R. (2004). Effect of Different Washing Procedures on Phenolic Metabolism of Shredded, Packaged Iceberg Lettuce during Storage. Jurnal of agricultural and food chemistry Vol 52 (23); 7017-7025

Bohn-Courseau, I. (2010). Comptes Rendus Biologies Auxin : A Major Regulator Of Organogenesis L ’ Auxine : Un Re. Comptes Rendus - Biologies, 333(4), 290–296. Https://Doi.Org/10.1016/J.Crvi.2010.01.004

Budiono, M. I. (2015). Perubahan Kualitas Sawi Hijau (Brasicca juncea. L) Segar Yang Disimpan Pada Suhu Dingin Dan Ruang.

Eka Susilowati. (2015). Pengaruh Jarak Lampu Neon Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Dengan Sistem Hidroponik Sumbu (Wick system) Di Dalam Ruangan (Indoor) (Vol. 2, Issue 1, Pp. 14–22).

Franklin, K. A., & Whitelam, G. C. (2005). Phytochromes And Shade-Avoidance Responses In Plants. 169–175. Https://Doi.Org/10.1093/Aob/Mci165

Geekiyanage, S., Takase, T., Watanabe, S., Fukai, S., & Kiyosue, T. (2006). The Combined Effect Of Photoperiod , Light Intensity And Ga 3 On Adventitious Shoot Regeneration From Cotyledons Of Spinach ( Spinacia oleracea L .). 435, 431–435.

Ginting, C. (2010). Kajian Biologis Tanaman Selada Dalam Berbagai Kondisi Lingkungan Pada Sistem Hidroponik. Agriplus, 20(02), 107–113.

Haryadi, R., Saputra, D., Wijayanti, F., & Yusofa, D. A. (2017). Pengaruh Cahaya Lampu 15 Watt Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pandan (Pandanus amaryllifolius ). 3(2), 100–109.

Hastuti, E. D., & Darmanti, S. (2001). Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Asam Sulfat (H2So4) Terhadap Perkecambahan Benih Jati ( Tectona grandis linn . F ). 1992, 28–36.

Imansyah, A. A., & Romansah, D. (2019). Pengaruh Berbagai Warna Cahaya Dan Trichoderma Sp. Terhadap Pertumbuhan Bibit Krisan ( Chrysanthemum Sp .). 1(1).

Imansyah, A. A., Sugiyono, & Yuniaty, A. (2016). Pengaruh Fotoperiod Dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan Dan Pembungaan In Vitro Krisan (Chrysanthemum Sp.). 6(2), 61–69.

Kobayashi, K., Amore, T., & Lazaro, M. (2013). Light-Emitting Diodes (LED) For Miniature Hydroponic Lettuce. Optics And Photonics Journal, 03(01), 74–77. Https://Doi.Org/10.4236/Opj.2013.31012

Kurepin, L. V, Walton, L. J., Reid, D. M., Pharis, R. P., & Chinnappa, C. C. (2006). Growth And Ethylene Evolution By Shade And Sun Ecotypes Of Stellaria Longipes In Response To Varied Light Quality And Irradiance. 647–652. Https://Doi.Org/10.1111/J.1365-3040.2005.01443.X

Kurniaty, R., Budiman, B., & Suartana, M. (2010). Pengaruh Media Dan Naungan Terhadap Mutu Bibit Suren ( Toona sureni merr .) The Effect Of Media And Shading On The Seedling ’ S Quality Of Suren (Toona sureni merr). 77–83.

Lukitasari, M. (2012). Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max). Jurnal Pembelajaran Biologi, Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai, 1–11.

Lupitasari, D., Melina, M., & Kusumaningtyas, V. A. (2020). Pengaruh Cahaya Dan Suhu Berdasarkan Karakter Fotosintesis Ceratophyllum Demersum Sebagai Agen Fitoremediasi Effect Of Light And Temperature Based On The Photosynthetic Characteristics Of Ceratophyllum Demersum As A Phytoremediation Agent. 1, 33–38.

Pertamawati. (2010). Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L .) Dalam Lingkungan Fotoautotrof Secara Invitro. April, 31–37.

Prameswari, A. W. (2017). Pengaruh Warna Light Emiting Deode (LED) Terhadap Pertumbuhan Tiga Jenis Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Secara Hidroponik.(Pp.1-51).Http://Repository.Unej.Ac.Id/Handle/123456789/82597

Rosliani, R., & Sumarni, N. (2005). Budidaya Tanaman Sayuran Dengan Sistem Hidroponik. Monografi, 27, 1–38.

Saputro, J. H., & Sukmadi, T. (2013). Analisa Penggunaan Lampu Led Pada Penerangan Dalam Rumah. Transmisi, 15(1), 19–27. Https://Doi.Org/10.12777/Transmisi.15.1.19-27

Setyanti, Y. H., Anwar, S., & Slamet, W. (2013). Karakteristik Fotosintetik Dan Serapan Fosfor Hijauan Alfalfa (Medicago sativa) Pada Tinggi Pemotongan Dan Pemupukan Nitrogen Yang Berbeda. 2(1), 86–96.

Silvikultur. (2007). Sumber Cahaya Matahari. Jakarta: Pakar Raya.

Sumenda, L., Rampe, H. L., & Mantiri, F. R. (2011). Analisis Kandungan Klorofil Daun Mangga (Mangifera indica L.) Pada Tingkat Perkembangan Daun Yang Berbeda 1). Lakitan 2001.

Taiz, L., & Zeiger, E. (2010). Plant Physiology.

Utami. (2016). Fitokrom Dan Mekanisme Pembungaan.

Wahyu, G., Susanto, A., & Sundari, T. (2010). Pengujian 15 Genotipe Kedelai Pada Kondisi Intensitas Cahaya 50 % Dan Penilaian Karakter Tanaman Berdasarkan Fenotipnya. 6(3), 459–471.

Wijaya, K. (2010). Pengaruh Konsentrasi Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Perombakan Anaerob Limbah Makanan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Pengaruh Konsentrasi Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Perombakan Anaerob Limbah Makanan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.), 1–55.

Wirnas, D. (2005). Analisis Kuantitatif Dan Molekular Dalam Rangka Mempercepat Perakitan Varietas Baru Kedelai Toleran Terhadap Intensitas Cahaya Rendah. Pps 702.

Wisnuwati, & Nugroho, C. P. (2018). Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan : Biologi Bidang Keahlian Agribisnis Dan Agroteknologi. Www.Gtk.Kemdikbud.Go.Id

Yustiningsih, M. (2019). Intensitas Cahaya Dan Efisiensi Fotosintesis Pada Tanaman Naungan Dan Tanaman Terpapar Cahaya Langsung. 4(2), 44–49.

Zamriyetti, Siregar, M., & Refnizuida. (2019). Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Dengan Aplikasi Beberapa Konsentrasi Nutrisi Ab Mix Dan Monosodium Glutamat Pada Sistem Tanam Hidroponik Wick. 22(1).




DOI: https://doi.org/10.35194/prs.v4i1.2026

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Pro-STek INDEXED BY :

  

Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya-Cianjur, 43216, Email: prostek@unsur.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.