Resensi Buku (Book Review) Soediman Kartohadiprodjo, Kumpulan Karangan, Jakarta: PT Pembangunan, 1965.

M. Rendi Aridhayandi

Abstract


Soediman Kartohadiprodjo
(lahir di Djatirogo [Tuban] 3 September
1908- meninggal 26 Januari 1970
karena penyakit jantung; dimakamkan
di Taman makam Pahlawan Cikutra
Bandung), merupakan Dekan Fakultas
Hukum Universitas Katolik
Parahyangan Bandung pada tahun 1961-
1970. Buku ini merupakan kumpulan
karangan-karangan yang asal mulanya
sebagian besar disiapkan dalam bentuk
“stencil” sebagai bahan pelajaran bagi
mahasiswa Fakultas Hukum Universitas
Katolik Parahyangan dan tingkatan
terakhir dari Fakultas Hukum
Universitas Padjadjaran Bandung.
Sedikit catatan tentang Soediman
Kartohadiprodjo yaitu 1915 belajar di
Openbare Europese Lagere School
(ELS) di Bojonegoro, 1927 - tamat di
Hogere Burgerschool (HBS) di
Semarang, sempat melanjutkan ke
Sekolah Tinggi Kedokteran namun
meneruskan dan tamat Sarjana Hukum
1931 s.d. 1936 Sekolah Tinggi Hukum
(Rechts Hogeschool) dengan
memperoleh gelar Meester in de
Rechten (Mr). Kehidupan Soediman
mencerminkan ciri-ciri watak orang
yang sederhana, jujur, setia, dan adil.
Intelektual yang memiliki keutuhan pribadi yang lengkap dengan keberanian
moral yang selalu terpelihara dalam
keadaan apapun. Memancarkan
semangat nasionalisme, patriotisme,
idealisme dan kemanusiaan yang sudah
menyala sejak masa sekolahnya di HBS
Semarang. Aktivis Tri Koro Darmo,
Jong Java, dan Indonesia Muda, dan
turut serta pada Kongres Pemuda II
yang mencetuskan Sumpah Pemuda
pada tahun 1982. Soediman selalu
akrab dengan para mahasiswa asuhnya,
dan beliau selalu hadir dalam setiap
kegiatan kemahasiswaan dengan
senyumnya yang khas “senyum pak
Diman”, baginya menumbuhkan dan
membina benih kepemimpinan pada
mahasiswa sebagai calon pemimpin
bangsa dikemudian hari haruslah juga
menjadi perhatian dalam
menyelenggarakan perguruan tinggi.
Pengalaman kerja: Bekerja pada
Pengadilan di Tg. Karang, Garut,
Semarang, dan Jakarta sampai 1945,
mengakhiri karir di lingkungan
peradilan pada 1947 dalam kedudukan
Hakim Tinggi Republik Indonesia di
Jakarta, juga sempat bekerja di
Kejaksaan Agung sebagai pembantu
Ketua Kejaksaan Agung dan pada 1947
di Kementrian Pendidikan Pengajaran
dan Kebudayaan (PP & K) sebagai
Sekretaris Menteri.
Pimpinan Perguruan Tinggi
Darurat Republik Indonesia pada 1946;
Guru Besar luar biasa pada Fakultas
Hukum dan Pengetahuan Masyarakat
pada 1951; Guru Besar Biasa pada
Fakultas Hukum dan Pengetahuan
Masyarakat pada 1952-1957, setelah
PTH terintegrasi ke FH UI, menjabat
Sekretaris Fakultas Hukum dan Ilmu
Kemasyarakatan Universitas Indonesia
(UI) pada 1952-1956, saat itu yang
menjadi Dekan FH UI adalah Mr.
Djokosutono; Guru Besar pada
Akademi Hukum Militer Jakarta mulai
tahun 1952; ke Universitas California
Berkeley Amerika Serikat pada tahun
1957 menjadi Guru Besar Tamu, selain
itu juga di Universitas Columbia, John
Hopkins, Cornell, Ithaca, Yale, dan
Harvard, sepulangnya diangkat menjadi
Sekretaris Umum Majelis Ilmu
Pengetahuan Indonesia (MIPI) yaitu
cikal bakal Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia; tahun 1961 pensiun dari
pegawai negeri, lalu diangkat menjadi
Guru Besar biasa pada Perguruan
Tinggi Katolik Parahyangan dan Guru
Besar luar biasa Universitas Negeri
Padjadjaran.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35194/jhmj.v3i1.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JHMJ (Jurnal Hukum Mimbar Justitia) INDEXED BY :


 

 

 

Attribution-NonCommercial-ShareAlike
CC BY-NC-SA

This license lets others remix, tweak, and build upon your work non-commercially, as long as they credit you and license their new creations under the identical terms.