Gangguan Kejiwaan Tokoh Utama “Perempuan dan Ilusinya” Karya Adhyra Pratama: Kajian Psikologi Sigmund Freud
DOI:
https://doi.org/10.35194/jd.v9i1.5903Abstract
This article will describe the psychological state of the main character in the play "Perempuan dan Ilusinya" by Adhyra Pratama, using the concepts of id, ego, and superego based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory. This study employed a qualitative descriptive method with an analytical critical approach. The research data consisted of dialogue excerpts reflecting aspects of Aini's personality and mental state. The data analysis technique was conducted by reading the play script, taking notes, and identifying dialogue excerpts related to Aini's mental state. The research findings indicate that Aini's mental state is disturbed by loneliness and her desire to feel the warmth of a complete family, leading her to create an imaginary child (AK) through her illusion. Aini's dominant id drives her to create an imaginary child (AK) through her illusion. Aini's ego is so weak that it makes her unable to resist and control her id. The superego, which appears through the Shadow Antagonist (BA), serves as a reminder to Aini that her child is merely an illusion she created.
Keywords: drama; illusion; psychology; character
Abstrak
Artikel ini akan mendeskripsikan kondisi psikologi tokoh utama dalam naskah drama “Perempuan dan Ilusinya” karya Adhyra Pratama dengan konsep id, ego, dan superego berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kritik analitis. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dialog yang mencerminkan aspek kepribadian dan kondisi kejiwaan Aini. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan cara membaca naskah drama, mencatat, dan mengidentifikasi kutipan-kutipan dialog yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan Aini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi kejiwaan Aini terganggu akibat dari rasa kesepian dan keinginannya untuk merasakan kehangatan hadirnya sebuah keluarga yang utuh, sehingga ia menciptakan anak khayalan (AK) melalui ilusinya. Id Aini yang begitu mendominasi mendorongannya untuk menciptakan seorang (AK) melalui ilusinya. Ego Aini yang begitu lemah, sehingga membuatnya tidak mampu untuk melawan dan mengendalikan id. Superego yang datang melalui Bayangan Antagonis (BA) menjadi pengingat bagi Aini bahwa anaknya itu hanya sebuah ilusi yang ia ciptakan.
Kata kunci: drama; ilusi; psikologis; tokoh
References
Alam, Moh., and Mohammad Ramadhan. “Struktur Kepribadaian Tokoh Raja Klana Sewandana Dalam Naskah Drama Asal Usul Reog Ponorogo.” NARASI: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, vol. 02, no. 02, 2024, pp. 197–208, doi:10.30762/narasi.v2i2.3929.
Alwisol. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Universitas Muhammadiyah Malang, 2018.
Ardiansyah, et al. “KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD.” Jurnal Kependidikan, vol. 7, no. 1, 2022, pp. 25–31.
Cansrini, Annisa Yuliana, and RN Herman. “ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RETAK KARYA RINI DEVIANA.” Jurnal Bahasa Dan Sastra, vol. 16, no. 1, 2022, pp. 60–69.
Minderop, Albertine. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, Dan Contoh Kasus. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016.
Nafi’ah, Muhtorotun, et al. “Tinjauan Psikoanalisis Sigmund Freud Tokoh Utama Bahar Safar Dalam Novel Janji Karya Tere Liye.” WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, vol. 6, no. 1, 2022, pp. 69–77.
Naura, Nisrina Jehan, and Wika Soviana Devi. “UNSUR PSIKOLOGIS TOKOH AINI DALAM NASKAH DRAMA PEREMPUAN DAN ILUSINYA KARYA ADHYRA PRATAMA.” JEIL: JOURNAL EDUCATIONAL OF INDONESIA LANGUAGE, vol. 3, no. 02, 2022, pp. 1–9.
Rachmawati, Herlina Dewi, and Jiphie Gilia Indriyani. “Mekanisme Pertahanan Ego Dalam Cerpen Yorrick Karya Budi Darma?: Psikoanalisis Sigmund Freud.” KONASINDO: Konferensi Nasional Mahasiswa Sastra Indonesia Prodi Sastra Indonesia-Fakultas Adab Dan Humaniora, 2024, pp. 558–75.
Sadiyah, Mutiara, and Wika Devi. “ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH GURU DALAM NASKAH DRAMA ‘ZETAN’ KARYA PUTU WIJAYA: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD.” BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, vol. 9, no. 2, 2024, pp. 449–58.
Safitri, Farida Nur, et al. “Analisis Kejiwaan Tokoh Nuning Dalam Naskah Drama Nuning Bacok Karya Andy Sri Wahyudi (Kajian Psikologi Sastra).” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, vol. 7, no. 2, 2021, pp. 650–62.
Savitri. “KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ‘GURU AINI’ ANDREA HIRATA.” Bapala, vol. 12, no. 2, 2025, pp. 55–69.
Sitanggang, Benni, et al. “Representasi Kepribadian Tokoh Ayah Pada Film Gara-Gara Warisan Karya Ernest Prakasa?: Kajian Psikoanalisis Sigmuend Freud.” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, vol. 4, no. 3, 2024, pp. 1867–77.
Verawati, Selfi. “Kompleksitas Tokoh Utama Dalam Naskah Drama H-38 Karya Gayuh Juridus Gede Asmara: Kajian Psikoanalisis.” @ Artikulasi Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, vol. 4, no. 1, 2024, pp. 50–58.
Waruwu, Marinu. “Pendekatan Penelitian Pendidikan?: Metode Penelitian Kualitatif , Metode Penelitian Kuantitatif Dan Metode Penelitian Kombinasi ( Mixed Method ).” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 7, no. 1, 2023, pp. 2896–910.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.