Kesantunan Berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam Terjemah Al-Qur’an

Authors

  • Ikhsan Abdul Aziz* Universitas Suryakancana
  • Iis Ristiani
  • Aan Hasanah

DOI:

https://doi.org/10.35194/jd.v9i1.5655

Keywords:

kesantunan berbahasa, Nabi Musa, bahan ajar ceramah.

Abstract

This article will describe the politeness of the Prophet Moses (peace be upon him) in the translation of Surah Taha, verses 43–56 of the Qur'an. The approach used is descriptive qualitative, using Leech's theory of politeness. The research instrument used six maxims of politeness. Data were collected through a study of translated texts of the Qur'an. The results show that the politeness of the Prophet Moses' dialogue reflects a communication practice full of submission, gentleness, and wisdom. The six maxims of politeness appear in various forms of speech, such as humble requests, gentle commands, and greetings containing respect. These findings were then used as the basis for developing teaching materials for 11th-grade students that are deemed appropriate, applicable, and capable of shaping students' language character, particularly in delivering lectures. This study recommends that the values of politeness in the stories of the prophets can be used as a reference in the development of Indonesian language teaching materials, to support meaningful, contextual, and character-based learning.

Keywords: teaching materials; language; politeness; Prophet Moses

 Abstrak 

Artikel ini akan mendeskripsikan kesantunan berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam terjemahan Al-Qur’an Surah Taha ayat 43–56. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori kesantunan dari Leech. Instrumen penelitian menggunakan enam prinsip maksim kesantunan. Data dikumpulkan melalui kajian teks terjemah Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam dialog Nabi Musa mencerminkan praktik komunikasi yang penuh ketundukan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Keenam maksim kesantunan muncul dalam berbagai bentuk tuturan, seperti permohonan yang merendah, perintah yang lembut, dan sapaan yang mengandung penghormatan. Temuan ini kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan bahan ajar siswa kelas XI yang dipandang layak, aplikatif, dan mampu membentuk karakter siswa dalam berbahasa, khususnya dalam menyampaikan ceramah. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai kesantunan dalam kisah para nabi dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, guna mendukung pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.

Kata Kunci: bahan ajar; berbahasa; kesantunan; Nabi Musa

Author Biography

Ikhsan Abdul Aziz*, Universitas Suryakancana

Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

References

Bahasa, Tim Litbang. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Terbaru. Pustaka Baru Press, 2024.
Damayanti, Eno Ayu, dan M. Hafidzulloh SM. “Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Lingkungan SD Al-Baitul Amien 02 Jember.” Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, vol. 6, no. 2, Juli 2024, hlm. 298–312, https://doi.org/10.29300/disastra.v6i2.3769.
Diana, Ria Elva, dan Ngusman Abdul Manaf. “Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia pada Proses Pembelajaran di SMP.” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 3, Mei 2022, hlm. 4940–52, https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2759.
Maharani, Amanda. Analisis Kesantunan Berbahasa Kreator Konten dalam Media Sosial Youtube serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Panduan Bagi Youtuber. 2024. Universitas Pendidikan Indonesia.
Nasution, Abdul Fattah. Metode Penelitian Kualitatif. Harfa Creative, 2023.
Pabuntang, Irene. Tesis Kesantunan Berbahasa Indonesia Mengenai Covid-19 dalam Caption dan Komentar Instagram Terverifikasi. 2022.
Rahardi, Kunjana, dkk. Pragmatik (Fenomena Ketidaksantunan). Penerbit Erlangga, 2016.
Rambe, Baringin Al Arif. Strategi Musa dalam berinteraksi dengan Fir`aun dalam Al-Qur`an (Studi Komparatif Tafsir Fi Zhilalil Al-Qur`an dengan Tafsir Al Azhar). 2024. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
Rukminingsih, dkk. Metode Penelitian Pendidikan Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas. 2020, www.erhakautama.com.
Rus Andianto, M., dkk. Pembelajaran Kesantunan Berbahasa di Era Menuju Indonesia Emas. 2020, http://jurnal.unsur.ac.id/ajbsi.
Sadjati, Ida Malati. Pengembangan Bahan Ajar.
Sahudi. Tesis Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Ganjaran Gondanglegi Malang. 2022.
Salsabella, Fitria, dkk. “Kesantunan Berbahasa Menurut Pandangan Islam.” Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 1, no. 2, 2023, hlm. 38–47, https://maryamsejahtera.com/index.php/Religion/index.
Siregar, Ipa Reyahani. Implementasi Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Dakwah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Pekanbaru. 2025. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
Sucikaharti, Afika. Kajian Kesantunan Peristiwa Tutur Para Komika pada Stand Up Comedy serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Teks Anekdot di SMA. 2022. Universitas Pendidikan Bahasa Indonesia.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, 2021.
Syalomitha Geraldine, Kezia, dan Bertuah Manik. “Pragmatik dan Sistem Kajiannya.” Jiic: Jurnal Intelek Insan Cendikia, April 2025, hlm. 7291–95, https://jicnusantara.com/index.php/jiic.
Verhaar. Asas-Asas Linguistik Umum. Gadjah Mada University Press, 2010.
Yusri. Ilmu Pragmatik dalam Perspektif Kesopanan Berbahasa . Deepublish, 2016.
Zacharany Sudrajat, Destia, dan Ade Ahmad Suprianto. “Kesantunan Berbahasa Maksim Kesepakatan Tokoh Utama dalam Film Animasi Kisah Hasan Ibnu Haitsam Karya Syarif Jamal (Kajian Pragmatik).” Hijai – Journal on Arabic Language and Literature, Desember 2024, hlm. 163–76.

Downloads

Published

2026-01-07