Peningkatan Kemampuan Bercerita dengan Media Kartu Gambar Berseri

Herawati Herawati

Abstract


Permasalan yang dikaji dalam artikel ini adalah hasil belajar siswa dalam pembelajaran bercerita dengan menggunakan  media gambar berseri. Sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian, untuk mendapatkan jawaban terhadap pembelajaran bercerita, dalam  penelitian digunakan metoda eksperimen semu sesuai dengan tujuan hanya untuk mengetahui keefektivitasan pembelajaran menggunakan media kartu Gambar Berseri dalam meningkatkan kemampuan bercerita. Penelitian dilakukan terhadap satu kelas saja dan melihat perbedaan hasil tes siswa sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media kartu gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan  media kartu gambar seri, serta cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran bercerita terbukti dapat meningkatkan keterampilan bercerita. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya perolehan nilai rata rata .Perolehan pretes nilai rata-rata anak pada dalam keterampilan bercerita adalah 61 (enam puluh satu). Posttest perolehan nilal rata-rata anak pada Pendidikan Anak dalam keterampilan bercerita adalah 75 (tujuh putuh lima). Berdasarkan hasil uji t dan pretest ke posttest diperolah nilal t = 16,40 artinya prestasi anak dalam pembelajaran bercerita dari  pretest sampai dengan posttest terbukti signifikan secara statistik.

Kata kunci: kemampuan bercerita, media kartu gambar berseri.

Problems that are examined in this article are the results of student learning in learning to tell stories using serial media. In accordance with the problem and the purpose of the study, to get answers to learning to tell stories, the research used quasi-experimental methods in accordance with the aim only to find out the effectiveness of learning using serial media in improving the ability to tell stories. The study was conducted on just one class and looked at differences in student test results before and after learning by using picture card media. The results showed that the use of serial image card media, as well as the right way of implementing storytelling learning was proven to improve storytelling skills. This is evidenced by the increase in the acquisition of the average value. The acquisition of the pretest value of the average child in storytelling skills is 61 (sixty one). The average posttest score for children in Child Education in storytelling skills is 75 (seven five fifths). Based on the results of the t test and pretest to posttest, the value of t = 16.40 means that children's achievement in learning to tell stories from pretest to posttest has been proven to be statistically significant.

Keywords: storytelling ability, media of serial picture cards.


Keywords


kemampuan bercerita; media kartu gambar berseri

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. 1995. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara

__. 1998 Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta Rineka Cipta.

Arsiad, Maidar G. 1991 Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia Jakarta:Erlangga.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran.. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Sastra Indonesia di sekolah Dasar. Jakarta: Puskur- Balitbangdiknas.

Hamalik E. S, Oemar. 1994. Media Pendidikan Bandung: Cipta Aditya Bakti.

Hastuti, Sri. 1996. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Jakarta: Depdikbud

Keraf, Gorys. 1994. Komposisi : Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende Flores Nusa Indah.

Moleong, Lexy. 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung. Remaja Rosdakarya.

Purwanto, Ngalim. 1987. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung Rosdakarya.

Sadiman. Arief 2006. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.35194/jd.v1i2.596

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya indexed by:

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.