USAHA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI VARIETAS ANJASMORO Anjasmoro(Glycine max. (L.) Merril) MELALUI PEMBERIAN PUPUK HAYATI

Widya Sari & Refi Abdi Zabari

Abstract


Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai khususnya Varietas Anjasmoro Anjasmoro ialah dengan memanfaatkan pupuk hayati dalam bentuk inokulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis inokulan pupuk hayati yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai khususnya Varietas Anjasmoro Anjasmoro pada lahan bekas penanaman padi sawah di daerah Cianjur.

Perlakuan pada penelitian ini yaitu Lahan diberi kapur tanpa inokulasi bakteri (R1),Lahan tanpa kapur, dan biji kedelai diinokulasi bakteri (R2), Lahan diberi kapur dan biji kedelai diinokulasi bakteri (R3), Lahan ditabur dengan tanah bekas tanam kedelai, diberi kapur serta biji tidak diinokulasi bakteri (R4). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lahan ditaburi dengan tanah bekas tanam kedelai, dan diberi kapur serta biji tidak diinokulasi (R4) memberikan respon yang tertinggi untuk setiap parameter pengamatan dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

Keywords


kedelai, pupuk hayati, bakteri bintil akar, bakteri endofit

References


AAK, 1989. Kedelai, Kanisius,Yogyakarta.

Adijaya I Nyoman, Suratmini Putu dan Mahaputra Ketut, 2004. Aplikasi Pemberian Legin (Rhizobium) Pada Uji Beberapa Varietas Anjasmoro Kedelai Di Lahan Kering, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai Pesanggaran Denpasar.

Adisarwanto, T. 2005. Kedelai.Penebar Swadaya, Jakarta.

Adisarwanto, T. 2008. BudidayaKedelai Tropika. Penebar Swadaya, Jakarta.

Albrecht, S.L. 1998. Eukaryotic Algae and Cyanobacteria. p. 94-131. In D.M. Sylvia, J.J. Fuhrmann, P.G. Hartel, and D.A. Zuberer (Eds.). Principles and Applications of Soil Microbiology. Prentice-Hall, Inc.

Ar-Riza, 2005. Pedoman Teknis Budidaya Palawija di Lahan Lebak. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Astuti, M., 2012. Petunjuk Praktis Kedelai Hitam, Penebar Swadaya, Jakarta.

Balitkabi, 2012. http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/hasilpenelitian/kedelai/761-efektifitas-multiisolatrhizobium- iletrisoy-padatanaman-kedelai-di-tanahmasam-ultisol.html. (Diakses 20 Januari 2013).

Bandara dkk dalam Diniyah S., 2010. Potensi Isolat Bakteri Endofit Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri (Ralstonia solanacearum) Dan Jamur (Fusarium sp. Dan Phytopthora infestans) Penyebab Penyakit Layu PadaTanaman, Skripsi, Universitas Islam Negeri, Maulana Malik Ibrahim, Malang.

BPTP Bogor, 1990. Petunjuk Bergambar Untuk Identifikasi Hama dan Penyakit Kedelai di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Balai Penelitian Tanaman Pangan, Japan International Cooperation Agency, Bogor.

Buckman, H.,O. dan Brady, N.,C.1982. Ilmu Tanah (Alih Bahasa). Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Budiyanto, M.,A.,K. 2004. Mikrobiologi Terapan. Universitas Muhammadiyah. Malang.

DIPERTA, 2006. Teknologi Produksi Kedelai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian

Tanaman Pangan, Bandung.




DOI: https://doi.org/10.35194/agsci.v4i1.612



AGROSCIENCE INDEXED BY : 

             

Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya-Cianjur, 43216, Telp. (0263) 283579, Email: agroscience@unsur.ac.id 

Agroscience is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.