EFEK LEVEL EC DAN TEGANGAN AIR SUBSTRAT PADA SISTEM FERTIGASI OTOMATIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KRISAN BUNGA POTONG

Yoyo Sulyo, Muchdar Soedarjo, Harmanto &, Ana Nurhasanah

Abstract


Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek dari penentuan nilai awal pengairan dan pemberian pupuk pada penjadwalan fertigasi dalam usaha untuk meningkatkanproduksi dan mutu bunga potong krisan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola Petak jalur (Strip plot)
dengan 2 perlakuan pengairan dan 2 perlakuan pupuk (200 ppm N dan 150 ppm K) dan 8 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas160 tanaman ( 2m2). Sebagai petak utama , yaitu T1 Pengairan mulai pada saat pembacaan tensiometer 300 hPa , berhenti pada 100hPa dan T2. Pengairan dimulai pada saat pembacaan tensiometer 150 hPa berhenti pada 100 hPa. Sedangkan anak
petak yaitu E1 pemberian pupuk berhenti (injektor ditutup) kalau media tanam sudah mencapai EC 1,5 mS/cm.E2 pemberian pupuk terus menerus setiap pengairan .Peubah pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah
bunga, diameter bunga, intensitas penyakit karat, bunga layak jual, bobot segar dan bobot kering biomasa dan vase life . Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap peubah-peubah pengamatan. Berdasarkan peubah pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman sampai panen, terutama bunga layak jual dan berkurangnya intensitas penyakit karat , maka dapat diambil kesimpulan bahwa perlakuan awal pengairan pada 300 hPa dengan pemberian larutan pupuk dihentikan setelah EC media mencapai 1,5 mS/cm merupakan perlakuan yang paling efisien dalam konsumsi air dan pupuk.


Keywords


Dendranthema grandiflora , tegangan air substrat , fertigasi, daya hantar listrik, tensiometer

References


Ball, V. 1997. Greenhouse growing .Ball Publishing; 16 eds, Chicago. USA. .B

udiarto, K., Y. Sulyo. ; E. Dwi, S.

Nugroho. and R .H. M. Maaswinkel 2007. Effect of irrigation frequency and leaf detachmenton chrysanthemum grown in two types of plastic house. Indonesian J. Agric. Sci. 8(1):39-42.

Farias, M. F. de; Saad, J. C. C.; Bôas, R. L. V. and J. S. Dantas, 2012.

Cut chrysanthemum irrigation scheduling under greenhouse conditions .

Revista de Ciências Agrárias (Portugal) . 35 ( 1): 128-133.

Harmanto, Nurhasanah, A., dan A. Prabowo.2006. Rekayasa Alsin Sistem Fertigasi untuk Tanaman Hortikultura pada Tropical Greenhouse.Makalah dalam Prosiding Seminar Nasional Perteta (Perhimpunan Teknik Pertanian), 28–29 Nopember 2006, Bogor.

Kafkafi, U. 2005.Global aspects of Fertigation Usage.http://www.ipipotash.org/udocs/IPI_Proceeedings_Fertigation_Symposium_China_Sept_05.pdf

Munoz-Carpena, R. and M. D. Dukes. 2005. Automatic Irrigation based on soil moisture for vegetable crops. Univ. Florida, IFAS Extention. 5p.

Nyval, J. 1998. Irrigation scheduling with tensio

meter. Ministry of Agric. & Food.British Columbia, Order no. 577.100-2.10p.

Oki,L. R. ,Lieth, J. H. and S. Tjosvold. 1995. Reduction of run-off in greenhouse cut flower crops through automated irrigation based on soil moisture tension.Project Report to the California Cut-flower Commission. .http://lieth.ucdavis.edu/Research/tens/CCFC/96/

Peyvast, G. 2004. Effect of different irrigation scheduling of tomato leaf area in mound culture.Acta Hort. 659. (abstract).

Simonne, E. H., Dukes, M.D. and D. Z. Haman, 2007.Principles and Practices of management for vegetables.Univ.Of Florida.IFAS ext. 7p.

Sulyo, Y., E. Dwi Nugroho & Yusdar Hilman. 2007. Aplikasi teknik fertigasi

dalam budidaya krisan. Laporan Kegiatan Penel. Balithi.5 hal.




DOI: https://doi.org/10.35194/agsci.v5i1.592



AGROSCIENCE INDEXED BY : 

             

Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya-Cianjur, 43216, Telp. (0263) 283579, Email: agroscience@unsur.ac.id 

Agroscience is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.