APLIKASI LAMA PERENDAMAN BENIH DENGAN MOL (Mikroorganisme lokal) DARI AKAR PUTRI MALU DALAM MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT PADI PANDANWANGI

Tuti Agustina, Melissa Syamsiah

Abstract


Kemampuan MOL (Mikroorganisme lokal) akar putri malu dalam memacu pertumbuhan tanaman dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi Pandanwangi pada fase vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan  lama perendaman benih dengan MOL dari akar putri malu terhadap pertumbuhan bibit tanaman padi Pandanwangi. Penelitian ini dilakukan di lahan Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur  (MP3C) pada bulan Januari – Maret 2018, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan termasuk Kontrol  dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu : perendaman benih dengan MOL dari akar putri malu dengan lama waktu perendaman 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, 24 jam, 28 jam dan kontrol (tanpa MOL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan perendaman benih dengan MOL akar putri malu berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bibit padi pandanwangi. Perlakuan A4 (lama perendaman benih dengan MOL selama 16 jam) menunjukkan perlakuan yang memberikan pengaruh paling baik di setiap parameter, yaitu terhadap parameter persentase perkecambahan benih, persentase bibit tumbuh normal, rata-rata tinggi tanaman,  rata-rata jumlah daun, rata-rata panjang akar , rata-rata bobot segar bibit padi pandanwangi .


Keywords


Lama Perendaman; Pertumbuhan Bibit; MOL (Mikroorganisme lokal); Padi Pandanwangi

References


Andoko, A. 2002. Budidaya padi secara organik. Penebar Swadaya, Jakarta. 96 hal.

Azhar, C. 2010. Kajian morfologi dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) Varietas cibogo hasil radiasi sinar gamma Pada generasi M3. Fakultas Pertanian, Medan.

Adnan, 2017. Pengaruh Konsentrasi dan Lamanya Perendaman Dalam Larutan Giberelin Terhadap Perkecambahan Benih Kakao. Jurnal. Universitas Samudra.

Angadi, S.V. & M.H. Entz (2002). Water relationsof standar height and dwarf sunflower cultivars. Crop Science, 42, 152-159.

Ambarwati, 2007. Studi Actinomycetes yang Berpotensi Menghasilkan Antibiotik Dari Rhizosfer Tumbuhan Putri Malu (mimosa pudica, Linn) dan Kucing-kucingan (Acalypha Indica L.). jurnal Penelitian Sains dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Sukarata.

Ashari, 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia. Jakarta.

Bachmann, J.; S.A. Grant & P.R. van der Ploeg (2002). Temperature dependence of water retention curves for wettable and water reppellent soils. Soil Science Society of America Journal, 66, 44–52.

Darmawan (2008). Pertumbuhan dan laju fotosintesis bibit tanaman jarak pada tingkat perendaman air dan pemupukan nitrogen berbeda. Jurnal Agrivigor, 7, 293–299.

Dewi, A.I.R 2008. Peranan dan Fungsi Fitohormon Bagi Pertumbuhan Tanaman. Bandung. Universitas Padjadjaran.

Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. 2011. Komoditas Unggulan Kabupaten Cianjur. Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Cianjur.

Diana Rahayu. 2016. Respon Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Terhadap Pemberian Giberelin dan RPTT (Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman) Akar Putri Malu. Skripsi. Universitas Suryakancana. Cianjur.

Dwijoesoputro, 2004. Fisiologis Tumbuhan. Gadjah Mada Press, Yogyakarta

Goldsworthy, P.R. dan Fither, N.M. 1992. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik (Diterjemahkan oleh: Tohari). Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Haq. A.S. 2009. Pengaruh ekstrak herba putri malu (mimosa pudica, Linn) Terhadap efek solusi pada mencit bal b/c. Skripsi. Unversitas Diponegoro. Semarang.

Harahap, I.P. 2008. Studi Pertumbuhan Isolasi Bakteri Rhizobium Dari Bintil Akar Tanaman Putri Malu (mimosa pudica, L) Serta Pemnfaatannya Sebagi Pupuk Hayati (Biofertilizer) Dengan Menggunakan Bentonit sebagai medium pembawa. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Husen . et,al. 2006.Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman . Buku Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 191-209.

Jaya, A.M. 2010. Isolasi dan Uji Efektivitas Antibakteri Senayawa Saponin Dari Akar Putri Malu (mimisa Pudica). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.

Kartika, B.A. 2011. Teknik Ekplorasi dan Pengembangan Bakteri Pseudemonas Flourescens. Laboratorium PHP Bayumas.

Kelly, T. 2005. Pemanfaatan Bakteri Perakaran Pemicu Pertumbuhan Tanaman (Plant Growht Promoting Rhizobakter) untuk Mengendalikan Penyakit Mosaik Tembakau (Tobacco Mosaik Virus) pada Tanaman Cabai. Skripsi Institut Pertanian Bogor.

Koryati, T. 2004. “Pengaruh Penggunaan Mulsa dan Pemupukan Urine Kelinci”. http://www.kusnendar.web.id/2013/pupuk-organik-dari-kotoran-dan-urine-kelinci-html. Diakses tanggal 24 Novemberi 2017.

Kuswanto, H. 1996. Dasar-dasar Teknologi Produksi dan Sertifikasi Benih. Edisi ke-1. Andi. Yogyakarta. Heydecker, W. (1973). Germination of an Idea: The Priming of Seeds. School of Agriculture Research, University of Nottingham, Nottingham.

Makarim, A.K., dan Suhartatik, E. 2009. Morfologi dan fisiologi tanaman padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. http://www.litbang.pertanian.go.id/special/padi/bbpadi_2009_itkp_11.pdf. Diakses tanggal 10 juni 2015.

Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur. 2015. Buku Permohonan Pendaftaran Indikasi Geografis Beras Pandanwangi Cianjur. MP3C; Cianjur

Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 163/kpts/LB.2040/3/2004 tentang Pelepasan Galur Padi Sawah Lokal Pandanwangi Cianjur Sebagai Varietas Unggul dengan Nama Pandanwangi.

Muhammad, Acep. 2015. Kelimpahan Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Padi Varietas Pandanwangi di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor; Bogor

Narasi, C. 2010. Peran Mikroba Dalam Pertanian Organik. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Bandung.

Oberbauer, S.F.; B.R. Starin & N. Fletcher (2005). Effects of CO enrichment on seedling physiology and growth of two tropical tree species. Physiologia Plantarum, 65, 352–356.

Pitojo, S. 2005. Benih Kacang Tanah. Yogyakarta: Kanisius.

Prima ghandi. 2008. Analisis Usaha dan Tataniaga Padi Varietas Unggul (Studi Kasus Padi Pandanwangi di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia. 19 – 20 Oktober 2009.

Rahmawati, 2017. Pengujian perlakuan Trichoderma spp pada media tanam terhadap vigor benih dan pertumbuhan bibit pandanwangi cianjur. Skripsi. Universitas Suryakancana Cianjur

Ratnasari Tuti, 2010. Kajian Pembelahan Umbi Benih dan Perendaman dalam Giberelin pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanumtuberosum L.). Skripsi.Universitas Sebelas Maret,Surakarta.

Ramli, T.A. dan Yety S 2015. Penyuluhan Tentang Perlindungan Hukum Indikasi Geografis Beras Pandanwangi Cianjur jawa Barat sebagai Wujud Sumbangsih UNISBA dalam Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (UPM). Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, Mei 2015. 4(1): 27-36

Santoso Imam, Sulistyani, dan Sudarsianto, 2014. Studi Perkecambahan Benih Kakao Melalui Metode Perendaman. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember.

Satria, R.S. 2013. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Caisin (brassica chinensis L.) terhadap waktu Aplikasi MOL (Mikroorganisme lokal) Dari Rebung Bambu( (Bambusa sp). Skripsi, Universitas Suryakancana Cianjur.

Sitompul dan Guritno, 1995. Analisi Pertumbuhan Tanaman. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Silvia. 2014. Pengaruh konsentrasi Giberelin dan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Biji Sirsak (Anonna muricata L.). Jurnal. Universitas Patimura. Ambon.

Sulistyani Pancaningtyas, Teguh Iman Santoso dan Sudarsianto. 2014. Studi Perkecambahan Benih Kakao MelaluiMetode Perendaman. Pelita Perkebunan, Volume 30, Number 3.

Sudirman dan Ade, I. 2003. Mina padi budida ikan bersama padi. Penebar Swadaya, Jakarta. 73 hal.

Suyatmi, Dwi Hastuti, Darmanti Sri. 2006. Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi Asam Sulfat (H2SO4) terhadap Perkecambahan Benih Jati Tumbuhan Jurusan Biologi F. MIPA UNDIP.

Suryana R.N, Dwi Rachmina, Sumedi dan Tanti N. 2009. Ajian Efisiensi Daya Saing Padi Pandawangi Indonesia. Ringkas Eksekutif Hasil-hasil Penelitian Tahun 2009 dalam

kerjasama Kemintraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sutopo, L. 1988. Teknologi Beni ih. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Syahid, M.A.N. 2009. Pengaruh ekstrak putri malu (mimosa pudica, Linn.) terhadap mortalitas escarin suum, goeze in vitro. Skripsi Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Wahyudi, 2010. Petunjuk Praktiks Bertanam Sayuran. PT. Agromedia Pustaka, Jakarta Selatan.

Winarno, 2001. Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Perkecambahan Benih Tanaman. Balai Besar Perbenihan dan Proesi Tanaman Perkebunan. Surabaya.

Wijanyanti, A dan Indradewa, D. 2004. Deteksi Kahat Hara N, P, K, Mg dan Ca Pada Tanaman Bunga Matahari Dengan Sistem Hidroponik. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Yasin, M.K. 2013. Uji berbagai isolate bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (BPPT) terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum L.). Skripsi. Universitas Suryakancana Cianjur.




DOI: https://doi.org/10.35194/agsci.v8i1.353



AGROSCIENCE INDEXED BY : 

             

Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya-Cianjur, 43216, Telp. (0263) 283579, Email: agroscience@unsur.ac.id 

Agroscience is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.